Pasukan Assad jatuhkan bom barel, Aleppo luluh lantak
Selasa, 24 Desember 2013 - 12:49 WIB
Pasukan Assad jatuhkan bom barel, Aleppo luluh lantak
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad selama sembilan hari tanpa berhenti menggempur Kota Aleppo dengan bom barel.
Serangan dari udara yang meluluhlantakkan wilayah yang dikuasai oposisi atau pemberontak itu, telah menewaskan lebih dari 330 orang.
Aktivis menyebut, serangan pasukan Assad secara membabi buta itu, sebagai kampanye perang “setan”. Mereka menyebut, serangan sembilan hari tanpa henti itu telah melanggar hukum, karena juga menyasar rumah sakit.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia , yang mengandalkan jaringan aktivis dan saksi di lapangan, mengatakan pada serangan hari Senin kemarin saja telah menewaskan 30 orang. Jika ditotal, serangan yang diluncurkan sejak 15 Desember 2013, telah menewaskan lebih dari 330 orang, termasuk 99 anak-anak.
“Serangan kemarin, menewaskan 30 orang di Marjeh dan Soukkari, di Kota Aleppo yang dikuasai pemberontak,” bunyi pernyataan Observatorium yang berbasis di Inggris itu, seperti dikutip Sky News, Selasa (24/12/2013).
Sejumlah aktivis menuturkan, serangan dilakukan ketika anak-anak berangkat ke sekolah di Desa Marea, dekat Aleppo. ”Di dalam (gedung), sejumlah pria menarik anak-anak dari reruntuhan, wajah mereka bertabur debu dan darah,” lanjut pernyataan Observatorium.
Sementara itu, sumber militer loyalis Presiden Assad, mengklaim serangan dilakukan via udara karena kurangnya pasukan darat. Mereka juga mengklaim banyaknya korban tewas adalah para pemberontak, yang mereka sebut sebagai teroris yang berbasis di permukiman sipil.
Serangan dari udara yang meluluhlantakkan wilayah yang dikuasai oposisi atau pemberontak itu, telah menewaskan lebih dari 330 orang.
Aktivis menyebut, serangan pasukan Assad secara membabi buta itu, sebagai kampanye perang “setan”. Mereka menyebut, serangan sembilan hari tanpa henti itu telah melanggar hukum, karena juga menyasar rumah sakit.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia , yang mengandalkan jaringan aktivis dan saksi di lapangan, mengatakan pada serangan hari Senin kemarin saja telah menewaskan 30 orang. Jika ditotal, serangan yang diluncurkan sejak 15 Desember 2013, telah menewaskan lebih dari 330 orang, termasuk 99 anak-anak.
“Serangan kemarin, menewaskan 30 orang di Marjeh dan Soukkari, di Kota Aleppo yang dikuasai pemberontak,” bunyi pernyataan Observatorium yang berbasis di Inggris itu, seperti dikutip Sky News, Selasa (24/12/2013).
Sejumlah aktivis menuturkan, serangan dilakukan ketika anak-anak berangkat ke sekolah di Desa Marea, dekat Aleppo. ”Di dalam (gedung), sejumlah pria menarik anak-anak dari reruntuhan, wajah mereka bertabur debu dan darah,” lanjut pernyataan Observatorium.
Sementara itu, sumber militer loyalis Presiden Assad, mengklaim serangan dilakukan via udara karena kurangnya pasukan darat. Mereka juga mengklaim banyaknya korban tewas adalah para pemberontak, yang mereka sebut sebagai teroris yang berbasis di permukiman sipil.
(mas)