Bunuh ratusan orang pakai bom barel, Rezim Suriah dikecam
Minggu, 22 Desember 2013 - 02:35 WIB
Bunuh ratusan orang pakai bom barel, Rezim Suriah dikecam
A
A
A
Sindonews.com – Human Right Watch (HRW) mengecam rezim Pemerintah Suriah di bawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad yang telah membunuh ratusan orang di Aleppo.
Tuduhan itu mengacu pada serangan bom barel secara membabi buta dalam beberapa hari di Aleppo. “Pasukan Pemerintah Suriah benar-benar telah mendatangkan bencana di Aleppo, membunuh pria, wanita, maupun anak-anak,” kata Ole Solvang, peneliti dari HRW, Sabtu (21/12/2013).
”Angkatan Udara Suriah lakukan kriminal, dan tidak berkompeten. (Mereka) tidak peduli, termasuk sengaha menargetkan daerah sipil."
Menurut HRW, seperti dikutip Reuters, pasukan Assad dalam serangan membabi buta di Aleppo, menggunakan TNT yang dikemas dalam bentuk bom barel, yang dijatuhkan dari helkopter tempur. Organisasi yang berbasis di New York itu, mengutip Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, bahwa korban tewas dalam serangan dari 15-18 Desember 2013 mencapai 232 orang.
“Pasukan pemerintah telah menggunakan sarana dan metode perang seperti itu.Tidak bisa membedakan antara sipil dan militan, seragan membabi buta seperi itu melanggar hukum,” imbuh Solvang.
Selain mengecam Pemerintah Assad, HRW juga mengecam pemberontak atas serangan roket dan mortir ke daerah-daerah sipil di Aleppo. Dalam perang besar-besaran itu, Kota Aleppo hancur.
Tuduhan itu mengacu pada serangan bom barel secara membabi buta dalam beberapa hari di Aleppo. “Pasukan Pemerintah Suriah benar-benar telah mendatangkan bencana di Aleppo, membunuh pria, wanita, maupun anak-anak,” kata Ole Solvang, peneliti dari HRW, Sabtu (21/12/2013).
”Angkatan Udara Suriah lakukan kriminal, dan tidak berkompeten. (Mereka) tidak peduli, termasuk sengaha menargetkan daerah sipil."
Menurut HRW, seperti dikutip Reuters, pasukan Assad dalam serangan membabi buta di Aleppo, menggunakan TNT yang dikemas dalam bentuk bom barel, yang dijatuhkan dari helkopter tempur. Organisasi yang berbasis di New York itu, mengutip Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, bahwa korban tewas dalam serangan dari 15-18 Desember 2013 mencapai 232 orang.
“Pasukan pemerintah telah menggunakan sarana dan metode perang seperti itu.Tidak bisa membedakan antara sipil dan militan, seragan membabi buta seperi itu melanggar hukum,” imbuh Solvang.
Selain mengecam Pemerintah Assad, HRW juga mengecam pemberontak atas serangan roket dan mortir ke daerah-daerah sipil di Aleppo. Dalam perang besar-besaran itu, Kota Aleppo hancur.
(mas)