Inggris akan bantu penghancuran bahan kimia rezim Suriah
Sabtu, 21 Desember 2013 - 08:00 WIB
Inggris akan bantu penghancuran bahan kimia rezim Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan pada Jumat (20/12/2013), bahwa negara itu akan membantu misi internasional untuk menghancurkan bahan kimia milik rezim Suriah. Inggris akan ikut dalam proses penghancurkan 150 ton bahan kimia pada fasilitas komersial.
Dengan pernyataan ini, maka Inggris telah bergabung dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Denmark, Norwegia, dan Finlandia. Sebelumnya, negara-negara itu telah berkomitmen untuk misi penghancuran ini.
Kemenlu Inggris menyatakan, bahwa bahan kimia akan dikirim ke Inggris, sebelum dipindahkan ke sebuah situs komersial yang kemudian dihancurkan.
"Misi internasional untuk menghancurkan program senjata kimia Suriah sangat penting untuk memastikan bahwa (Presiden Suriah) Assad tidak bisa lagi menggunakan senjata-senjata yang mengerikan untuk membunuh rakyatnya sendiri," kata pernyataan Kemenlu Inggris.
"Inggris akan memainkan perannya dalam misi ini selama beberapa pekan mendatang,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari The Star. Dijelaskan pula, bahwa diperlukan peralatan khusus untuk membantu transportasi bahan kimia ke AS dan untuk membantu proses penghancuran yang akan dilakukan di tengah laut untuk beberapa senjata kimia paling beracun.
Dengan pernyataan ini, maka Inggris telah bergabung dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Denmark, Norwegia, dan Finlandia. Sebelumnya, negara-negara itu telah berkomitmen untuk misi penghancuran ini.
Kemenlu Inggris menyatakan, bahwa bahan kimia akan dikirim ke Inggris, sebelum dipindahkan ke sebuah situs komersial yang kemudian dihancurkan.
"Misi internasional untuk menghancurkan program senjata kimia Suriah sangat penting untuk memastikan bahwa (Presiden Suriah) Assad tidak bisa lagi menggunakan senjata-senjata yang mengerikan untuk membunuh rakyatnya sendiri," kata pernyataan Kemenlu Inggris.
"Inggris akan memainkan perannya dalam misi ini selama beberapa pekan mendatang,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari The Star. Dijelaskan pula, bahwa diperlukan peralatan khusus untuk membantu transportasi bahan kimia ke AS dan untuk membantu proses penghancuran yang akan dilakukan di tengah laut untuk beberapa senjata kimia paling beracun.
(esn)