Dua Korea kembali gelar pertemuan di Kaesong
Kamis, 19 Desember 2013 - 20:54 WIB
Dua Korea kembali gelar pertemuan di Kaesong
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) menggelar pertemuan pertama sejak September lalu di kompleks industri bersama Kaesong, Kamis (19/12/2013).
"Kami akan meninjau pelaksanaan apa yang telah disepakati dan pelaksanaan tugas-tugas mengenai pembangunan kompleks industri Kaesong," kata Kepala Delegasi Korsel, Kim Ki-woong kepada wartawan sebelum melintasi perbatasan kedua negara yang dijaga ketat.
Pertemuan di Kaesong ini bertepatan dengan perjalanan 25 anggota delegasi asing yang berniat menanamkan modal di Kaesong. Sejak kedua negara sepakat untuk menghidupkan kembali zona industri Kaesong, Korsel memang telah mengumpulkan sejumlah investor asing.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah Korut menutup secara sepihak zona industri Kaesong. Keterlibatan investor asing diharap bisa mencegah terulangnya kejadian serupa di zona industri yang memperkerjakan 53 ribu warga Korut dan melibatkan 120 perusahaan Korsel.
Delegasi asing yang datang ke Kaesong termasuk pejabat senior keuangan Turki, Ibrahim Canakci dan pejabat lain dari 20 kekuatan ekonomi terkemuka di dunia. Selain itu, turut serta pula eksekutif dari Dana Moneter Internasional dan Bank Pembangunan Asia.
Mereka akan memeriksa beberapa pabrik yang dijalankan oleh pengusaha Korsel dan fasilitas lainnya di Kaesong. Tetapi, delegasi asing tidak diperkirakan untuk mengadakan pembicaraan resmi dengan para pejabat Korut.
"Kami akan meninjau pelaksanaan apa yang telah disepakati dan pelaksanaan tugas-tugas mengenai pembangunan kompleks industri Kaesong," kata Kepala Delegasi Korsel, Kim Ki-woong kepada wartawan sebelum melintasi perbatasan kedua negara yang dijaga ketat.
Pertemuan di Kaesong ini bertepatan dengan perjalanan 25 anggota delegasi asing yang berniat menanamkan modal di Kaesong. Sejak kedua negara sepakat untuk menghidupkan kembali zona industri Kaesong, Korsel memang telah mengumpulkan sejumlah investor asing.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah Korut menutup secara sepihak zona industri Kaesong. Keterlibatan investor asing diharap bisa mencegah terulangnya kejadian serupa di zona industri yang memperkerjakan 53 ribu warga Korut dan melibatkan 120 perusahaan Korsel.
Delegasi asing yang datang ke Kaesong termasuk pejabat senior keuangan Turki, Ibrahim Canakci dan pejabat lain dari 20 kekuatan ekonomi terkemuka di dunia. Selain itu, turut serta pula eksekutif dari Dana Moneter Internasional dan Bank Pembangunan Asia.
Mereka akan memeriksa beberapa pabrik yang dijalankan oleh pengusaha Korsel dan fasilitas lainnya di Kaesong. Tetapi, delegasi asing tidak diperkirakan untuk mengadakan pembicaraan resmi dengan para pejabat Korut.
(esn)