Al-Qaeda Suriah: Perang segera rampung & kami menang
Kamis, 19 Desember 2013 - 15:10 WIB
Al-Qaeda Suriah: Perang segera rampung & kami menang
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Al - Qaeda di Suriah, Abu Mohammed al - Joulani, untuk pertama kalinya berbicara kepada media. Pemimpin kelompok al- Nusra itu, mengklaim perang di Suriah segera berakhir dan dia mengklaim kemenangan.
Dalam wawancara perdana dengan stasiun televisi al-Jazeera, di lokasi yang dirahasiakan, Joulani mengabaikan perundingan damai dengan Presiden Suriah Bashar al – Assad. Tidak hanya itu, dia juga memperingatkan kepada negara-negara Arab terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat yang dianggap membaik.
“Pertempuran hampir berakhir, kita telah mencapai 70 persen (wilayah Suriah) itu, dan apa yang tersisa adalah (wilayah) kecil. Kami akan segera mencapai kemenangan. Kita berdoa kepada Tuhan untuk menggapai kemenangan ini. Ini hanya tinggal hitungan hari,” katanya dalam wawancara yang dilansir Kamis (19/12/2013).
Al-Nusra yang merupakan sayap al-Qaeda di Suriah, kata Joulani, berencana membentuk negara Suriah di bawah hukum atau syariat Islam. Dia merahasiakan jumlah anggota kelompoknya yang bertempur di Suriah. Dia hanya menyebut perkiraan jumlah militan al-Nusra mencapai sekitar 20 ribu orang.
Al - Joulani melanjutkan, kelompoknya tidak berusaha untuk memerintah Suriah pasca-perang. Tapi, dia akan berkonsultasi dengan para sarjana dan pemikir Muslim yang mendukung pemberontakan Suriah untuk menyusun rencana menjalankan negara berdasarkan Syariah Islam.
Dalam wawancara perdana dengan stasiun televisi al-Jazeera, di lokasi yang dirahasiakan, Joulani mengabaikan perundingan damai dengan Presiden Suriah Bashar al – Assad. Tidak hanya itu, dia juga memperingatkan kepada negara-negara Arab terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat yang dianggap membaik.
“Pertempuran hampir berakhir, kita telah mencapai 70 persen (wilayah Suriah) itu, dan apa yang tersisa adalah (wilayah) kecil. Kami akan segera mencapai kemenangan. Kita berdoa kepada Tuhan untuk menggapai kemenangan ini. Ini hanya tinggal hitungan hari,” katanya dalam wawancara yang dilansir Kamis (19/12/2013).
Al-Nusra yang merupakan sayap al-Qaeda di Suriah, kata Joulani, berencana membentuk negara Suriah di bawah hukum atau syariat Islam. Dia merahasiakan jumlah anggota kelompoknya yang bertempur di Suriah. Dia hanya menyebut perkiraan jumlah militan al-Nusra mencapai sekitar 20 ribu orang.
Al - Joulani melanjutkan, kelompoknya tidak berusaha untuk memerintah Suriah pasca-perang. Tapi, dia akan berkonsultasi dengan para sarjana dan pemikir Muslim yang mendukung pemberontakan Suriah untuk menyusun rencana menjalankan negara berdasarkan Syariah Islam.
(mas)