Menlu Rusia soroti keberadaan perisai rudal AS di Eropa
Kamis, 19 Desember 2013 - 03:35 WIB
Menlu Rusia soroti keberadaan perisai rudal AS di Eropa
A
A
A
Sindonews.com – Penyebaran perisai rudal Amerika Serikat (AS) di wilayah Eropa tak lagi beralasan, setelah Iran dan enam kekuatan dunia mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Rabu (18/12/2013).
"Kami percaya, bahwa pemecahan masalah mengenai program nuklir Iran harus mengarah pada pemikiran ulang dari konsep pertahanan anti rudal AS di Eropa," kata Lavrov pada pertemuan di Dewan Federasi, Majelis Tinggi Parlemen Rusia.
Lavrov mengatakan, alasan yang digunakan AS untuk membenarkan penyebaran perisai rudal di Eropa, tidak lagi bisa dipakai, setelah isu nuklir Iran untuk sementara berhasil diatasi. Pada 24 November silam, Iran dan negara yang tergabung dalam P5+1, yakni Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan AS, telah membuat kesepakatan di Jenewa.
Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, kebijakan "rudal pertahanan" adalah menyesatkan. Sebab, sistem ini merupakan bagian dari potensi strategis ofensif NATO.
Sementara pada awal pekan ini, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan kepada timpalannya dari Rusia, Sergei Shoigu, bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan terus melaksanakan rencana pertahanan rudal di Eropa, meskipun telah tercapai kesepakatan soal program nuklir Iran.
"Kami percaya, bahwa pemecahan masalah mengenai program nuklir Iran harus mengarah pada pemikiran ulang dari konsep pertahanan anti rudal AS di Eropa," kata Lavrov pada pertemuan di Dewan Federasi, Majelis Tinggi Parlemen Rusia.
Lavrov mengatakan, alasan yang digunakan AS untuk membenarkan penyebaran perisai rudal di Eropa, tidak lagi bisa dipakai, setelah isu nuklir Iran untuk sementara berhasil diatasi. Pada 24 November silam, Iran dan negara yang tergabung dalam P5+1, yakni Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan AS, telah membuat kesepakatan di Jenewa.
Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, kebijakan "rudal pertahanan" adalah menyesatkan. Sebab, sistem ini merupakan bagian dari potensi strategis ofensif NATO.
Sementara pada awal pekan ini, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan kepada timpalannya dari Rusia, Sergei Shoigu, bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan terus melaksanakan rencana pertahanan rudal di Eropa, meskipun telah tercapai kesepakatan soal program nuklir Iran.
(esn)