Saban hari, tim PMI layani 200 korban topan Filipina
Rabu, 18 Desember 2013 - 18:52 WIB
Saban hari, tim PMI layani 200 korban topan Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Sentra Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayah Tabontabon, Leyte, Filipina, hingga saat ini membantu para korban topan Haiyan di negara itu. Mereka menyediakan layanan air bersih dan pemeriksaan kesehatan kepada para korban.
Dalam misinya, PMI juga bekerjasama dengan Palang Merah Filipinan atau Philippines Red Cross (PRC). Tim medis PMI menyatakan, setiap harinya melayani 200 orang di beberapa barangay (semacam kecamatan), di sekitar Tabontabon. Seperti di Barangay Killi, Capacuhan dan San Pablo.
”Setiap hari kami melakukan medical mobile (pemeriksaan medis keliling) dan pemberian obat-obatan di beberapa wilayah yang warganya masih terpuruk oleh dampak bencana,” ujar Yudhanarko, dokter tim medis PMI, dalam rilisnya kepada Sindonews.com, Rabu (18/12/2013).
Menurutnya, para warga yang berdatangan meminta pertolongan berasal dari kalangan usia, termasuk para balita.”Warga mayoritas menderita penyakit ISPA dan gatal-gatal, mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pasca-bencana yang masih berserakan dan kondisi air untuk kebersihan diri,” katanya.
Taufik Jeremias, Koordinator Pelayanan PMI, menambahakan, PMI selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. ”Warga di sini membutuhkan, sehingga saat tim medis datang di suatu wilayah yang dijadwalkan, telah banyak warga yang antre dengan tertib,” ucapnya saat memberikan bantuan di Barangay San Pablo, Tabontabon, Leyte.
Kretsen, salah seorang perawat dari PRC yang selalu mendampingi tim PMI mengatakan, bahwa warga di beberapa barangay, pasca-bencana, tidak dapat melakukan aktivitas secara normal. “Meski bencana telah lewat sekian waktu, kondisi warga yang menjadi korban masih belum normal, termasuk kesehatan,” katanya.
Sementara itu, bantuan dari Indonesia berupa hygien kit, beras, mie instan, air minum, seng dan tenda telah diditribusikan oleh PRC di beberapa barangay di Tacloban City, Leyte.
Dalam misinya, PMI juga bekerjasama dengan Palang Merah Filipinan atau Philippines Red Cross (PRC). Tim medis PMI menyatakan, setiap harinya melayani 200 orang di beberapa barangay (semacam kecamatan), di sekitar Tabontabon. Seperti di Barangay Killi, Capacuhan dan San Pablo.
”Setiap hari kami melakukan medical mobile (pemeriksaan medis keliling) dan pemberian obat-obatan di beberapa wilayah yang warganya masih terpuruk oleh dampak bencana,” ujar Yudhanarko, dokter tim medis PMI, dalam rilisnya kepada Sindonews.com, Rabu (18/12/2013).
Menurutnya, para warga yang berdatangan meminta pertolongan berasal dari kalangan usia, termasuk para balita.”Warga mayoritas menderita penyakit ISPA dan gatal-gatal, mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pasca-bencana yang masih berserakan dan kondisi air untuk kebersihan diri,” katanya.
Taufik Jeremias, Koordinator Pelayanan PMI, menambahakan, PMI selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. ”Warga di sini membutuhkan, sehingga saat tim medis datang di suatu wilayah yang dijadwalkan, telah banyak warga yang antre dengan tertib,” ucapnya saat memberikan bantuan di Barangay San Pablo, Tabontabon, Leyte.
Kretsen, salah seorang perawat dari PRC yang selalu mendampingi tim PMI mengatakan, bahwa warga di beberapa barangay, pasca-bencana, tidak dapat melakukan aktivitas secara normal. “Meski bencana telah lewat sekian waktu, kondisi warga yang menjadi korban masih belum normal, termasuk kesehatan,” katanya.
Sementara itu, bantuan dari Indonesia berupa hygien kit, beras, mie instan, air minum, seng dan tenda telah diditribusikan oleh PRC di beberapa barangay di Tacloban City, Leyte.
(mas)