Korsel khawatirkan provokasi Korut di awal 2014
Selasa, 17 Desember 2013 - 20:42 WIB
Korsel khawatirkan provokasi Korut di awal 2014
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) dikhawatirkan akan melakukan provokasi terhadap Korea Selatan (Korsel) pada awal 2014. Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jin, dalam konferensi video dengan para komandan militer Korsel, Selasa (17/12/2013).
Menurut Kwan-jin, eksekusi yang dilakukan terhadap Jang Song-thaek, bisa menjadi titik balik dalam masa berkuasa rezim Korut yang telah berlangsung selama 68 tahun. Song-thaek adalah paman dari Pemimpin Korut, Kim Jong-un. Ia dieksekusi pekan lalu karena dianggap telah melakukan kejahatan tak terampuni.
“Dalam jangka pendek, eksekusi itu dapat memperkuat struktur kekuasaan monolitik Korut. Tapi, gangguan internal dalam Korut bisa meningkat dalam jangka panjang, kata Kwan-jin, seperti dikutip dari Xinhua.
Kwan-jin menuturkan, bahwa berbagai jenis provokasi mungkin terjadi karena persaingan yang berlebihan dalam militer Korut untuk menunjukan loyalitas kepada Jong-un. Ia meramalkan, bahwa sangat mungkin bagi Kourt untuk melakukan provokasi antara akhir Januari hingga awal Maret 2014.
Sebelumnya, Presiden Korsel, Park Geun-hye telah menyuarakan kekhawatirannya pada awal pekan ini. Geun-hye mengutarakan soal kemungkinan meningkatnya provokasi sembrono dari Pyongyang.
Geun-hye menambahkan, bahwa Pemerintah Korsel harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang apakah Korut kemungkinan berusaha untuk menyebabkan gangguan di Korsel. Ia juga telah menginstruksikan para pejabat untuk memonitor situasi di Korut dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.
Menurut Kwan-jin, eksekusi yang dilakukan terhadap Jang Song-thaek, bisa menjadi titik balik dalam masa berkuasa rezim Korut yang telah berlangsung selama 68 tahun. Song-thaek adalah paman dari Pemimpin Korut, Kim Jong-un. Ia dieksekusi pekan lalu karena dianggap telah melakukan kejahatan tak terampuni.
“Dalam jangka pendek, eksekusi itu dapat memperkuat struktur kekuasaan monolitik Korut. Tapi, gangguan internal dalam Korut bisa meningkat dalam jangka panjang, kata Kwan-jin, seperti dikutip dari Xinhua.
Kwan-jin menuturkan, bahwa berbagai jenis provokasi mungkin terjadi karena persaingan yang berlebihan dalam militer Korut untuk menunjukan loyalitas kepada Jong-un. Ia meramalkan, bahwa sangat mungkin bagi Kourt untuk melakukan provokasi antara akhir Januari hingga awal Maret 2014.
Sebelumnya, Presiden Korsel, Park Geun-hye telah menyuarakan kekhawatirannya pada awal pekan ini. Geun-hye mengutarakan soal kemungkinan meningkatnya provokasi sembrono dari Pyongyang.
Geun-hye menambahkan, bahwa Pemerintah Korsel harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang apakah Korut kemungkinan berusaha untuk menyebabkan gangguan di Korsel. Ia juga telah menginstruksikan para pejabat untuk memonitor situasi di Korut dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.
(esn)