Demonstran cantik Italia ini cium polisi yang melawannya
Senin, 16 Desember 2013 - 11:29 WIB
Demonstran cantik Italia ini cium polisi yang melawannya
A
A
A
Sindonews.com – Aksi Nina de Chiffe, 20, demonstran cantik di Italia ini justru memicu masalah baru, setelah mencium polisi anti-huru hara yang melawannya. Mahasiswi itu, dituduh melakukan penyerangan seksual terhadap aparat pemerintah.
Aksi nyeleneh Nina de Chiffre, 20, dia lakukan di tengah-tengah demonstrasi menentang pembangunan jaringan rel di Italia utara. Saat situasi memanas, dia yang berhadapan dengan polisi anti-huru hara, mencium salah satu petugas yang wajahnya masih ditutupi helm. Demonstran itu, bahkan menjilati helm pelindung wajah polisi tersebut.
Tindakan Nina yang terekam kamera tersebut, diklaim sebagai simbol demonstrasi damai. Serikat polisi Italia pun mengadukan tindakan demonstran cantik itu ke pengadilan di Turin. Laman La Repubblica, Senin (16/12/2013) melaporkan, Nina dituduh melakukan serangan seksual terhadap petugas kepolisian.
”Kami telah menuduh pengunjuk rasa dengan tindakan kekerasan seksual dan menghina pejabat publik,” kata sekretaris jenderal serikat polisi, Franco Maccari, yang mengacu pada aksi nyeleneh Nina pada demonstrasi 16 November 2013 lalu.
”Jika polisi menciumnya, Perang Dunia III akan pecah,” ucapnya. ”Atau bagaimana jika saya menepuk dia dari belakang? Dia akan marah. Jadi jika dia melakukan itu dengan seorang pria bertugas, apa itu harus ditoleransi?.”
”Ciuman adalah hal yang positif,” imbuh Maccari. ”Tapi dalam konteks ini , antara dua orang ini, itu tidak hormat.”
Nina tak terima dengan tuduhan sinis Maccari. Dia melalui akun Facebook-nya membela diri. Dia justru akan terus berdemonstrasi. ”Tidak ada pesan perdamaian,” tulis Nina. “Saya akan menggantung semua babi yang menjijikkan,” hardik dia.”Saya melihat pemuda berseragam kasihan dan jijik.”
Aksi nyeleneh Nina de Chiffre, 20, dia lakukan di tengah-tengah demonstrasi menentang pembangunan jaringan rel di Italia utara. Saat situasi memanas, dia yang berhadapan dengan polisi anti-huru hara, mencium salah satu petugas yang wajahnya masih ditutupi helm. Demonstran itu, bahkan menjilati helm pelindung wajah polisi tersebut.
Tindakan Nina yang terekam kamera tersebut, diklaim sebagai simbol demonstrasi damai. Serikat polisi Italia pun mengadukan tindakan demonstran cantik itu ke pengadilan di Turin. Laman La Repubblica, Senin (16/12/2013) melaporkan, Nina dituduh melakukan serangan seksual terhadap petugas kepolisian.
”Kami telah menuduh pengunjuk rasa dengan tindakan kekerasan seksual dan menghina pejabat publik,” kata sekretaris jenderal serikat polisi, Franco Maccari, yang mengacu pada aksi nyeleneh Nina pada demonstrasi 16 November 2013 lalu.
”Jika polisi menciumnya, Perang Dunia III akan pecah,” ucapnya. ”Atau bagaimana jika saya menepuk dia dari belakang? Dia akan marah. Jadi jika dia melakukan itu dengan seorang pria bertugas, apa itu harus ditoleransi?.”
”Ciuman adalah hal yang positif,” imbuh Maccari. ”Tapi dalam konteks ini , antara dua orang ini, itu tidak hormat.”
Nina tak terima dengan tuduhan sinis Maccari. Dia melalui akun Facebook-nya membela diri. Dia justru akan terus berdemonstrasi. ”Tidak ada pesan perdamaian,” tulis Nina. “Saya akan menggantung semua babi yang menjijikkan,” hardik dia.”Saya melihat pemuda berseragam kasihan dan jijik.”
(mas)