Soal kesepakatan keamanan dengan AS, Karzai tak mau diintimidasi
Sabtu, 14 Desember 2013 - 02:55 WIB
Soal kesepakatan keamanan dengan AS, Karzai tak mau diintimidasi
A
A
A
Sindonews.com – Afghanistan tidak akan mau diintimidasi untuk menandatangani pakta keamanan yang mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) untuk tetap berada di tanah Afghanistan pasca 2014 mendatang. Demikian ditegaskan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, Jumat (13/12/2013).
Karzai mengaku, ia tidak akan "terintimidasi" untuk menandatangani pakta yang akan memungkinkan 12 ribu tentara AS tetap berada di Afghanistan setelah 2014 dan mengatur ketentuan keterlibatan mereka.
"Retorika agresif tidak akan bekerja. Kami bukan bangsa yang dikenal untuk memberikan peluang pada intimidasi," kata Karzai dalam wawancara dengan televisi India, NDTV. Pernyataan ini dilontarkan Karzai dalam lawatan tiga hari ke India.
"Jika mereka (AS) tidak mengakui ini, kini mereka harus. Kami akan menandatanganinya ketika kami merasa yakin, bahwa tanda tangan kami akan membawa perdamaian dan keamanan,” lanjut Karzai. Semula, Karzai yang dijadwalkan untuk mundur setelah pemilihan umum tahun depan, mendukung apa yang disebut Perjanjian Keamanan Bilateral dengan AS.
Tapi kemudian, Karzai mengatakan, kesepakatan hanya bisa ditandatangani setelah pemilihan presiden pada April mendatang. Sikap Karzai ini telah membuat marah pejabat dan anggota parlemen AS, yang telah mengancam penarikan lengkap pasukan AS jika Karzai tidak menandatangani perjanjian pada akhir tahun ini.
Karzai mengaku, ia tidak akan "terintimidasi" untuk menandatangani pakta yang akan memungkinkan 12 ribu tentara AS tetap berada di Afghanistan setelah 2014 dan mengatur ketentuan keterlibatan mereka.
"Retorika agresif tidak akan bekerja. Kami bukan bangsa yang dikenal untuk memberikan peluang pada intimidasi," kata Karzai dalam wawancara dengan televisi India, NDTV. Pernyataan ini dilontarkan Karzai dalam lawatan tiga hari ke India.
"Jika mereka (AS) tidak mengakui ini, kini mereka harus. Kami akan menandatanganinya ketika kami merasa yakin, bahwa tanda tangan kami akan membawa perdamaian dan keamanan,” lanjut Karzai. Semula, Karzai yang dijadwalkan untuk mundur setelah pemilihan umum tahun depan, mendukung apa yang disebut Perjanjian Keamanan Bilateral dengan AS.
Tapi kemudian, Karzai mengatakan, kesepakatan hanya bisa ditandatangani setelah pemilihan presiden pada April mendatang. Sikap Karzai ini telah membuat marah pejabat dan anggota parlemen AS, yang telah mengancam penarikan lengkap pasukan AS jika Karzai tidak menandatangani perjanjian pada akhir tahun ini.
(esn)