Gulingkan PM Thailand, demonstran minta bantuan militer
Kamis, 12 Desember 2013 - 13:48 WIB
Gulingkan PM Thailand, demonstran minta bantuan militer
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok demonstran anti – pemerintah di Thailand berharap bantuan dari militer untuk menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Hari ini (12/12/2013), sejumlah demonstran nekat memanjat dinding kantor Yingluck di Government House.
Pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban, telah meminta kepala polisi dan militer untuk bertemu dengannya pada nanti malam. Dia bersama kubu polisi dan militer akan membahas solusi krisis politik di Thailand yang terus memanas.
Militer Thailand selalu menjadi andalan dalam krisis politik di negara itu dalam 80 tahun terakhir. Tergulingnya Perdana Menteri Thaksin Shinawatra (kakak Yingluck) pada tahun 2006, juga tidak lepas dari peran militer.
Para demonstran anti-pemerintah menganggap Yingluck sebagai boneka kakaknya. Thaksin sendiri memilih tinggal di pengasingan, ketimbang menjalani hukuman penjara atas kasus korupsi tahun 2008 yang diputuskan dalam sidang in absentia.
Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sendiri yakin, pihak militer tidak akan melakukan kudeta terhadap pemerintahannya. Menurut Yingluck, kudeta yang dilakukan militer terhadap kakaknya, tujuh tahun lalu itu, "tidak memecahkan masalah". "Saya tidak berpikir militer akan melakukannya lagi," kata Yingluck.
Sementara itu, Suthep dan para pendukungnya terus menuntut agar Yingluck dan kabinetnya lengser. ”Jika ‘pesawat’ jatuh dengan seluruh kabinet di dalamnya, dan mereka semua meninggal, Thailand masih bisa melangkah,” kata Suthep yang seorang mantan wakil perdana Thailand itu.
Pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban, telah meminta kepala polisi dan militer untuk bertemu dengannya pada nanti malam. Dia bersama kubu polisi dan militer akan membahas solusi krisis politik di Thailand yang terus memanas.
Militer Thailand selalu menjadi andalan dalam krisis politik di negara itu dalam 80 tahun terakhir. Tergulingnya Perdana Menteri Thaksin Shinawatra (kakak Yingluck) pada tahun 2006, juga tidak lepas dari peran militer.
Para demonstran anti-pemerintah menganggap Yingluck sebagai boneka kakaknya. Thaksin sendiri memilih tinggal di pengasingan, ketimbang menjalani hukuman penjara atas kasus korupsi tahun 2008 yang diputuskan dalam sidang in absentia.
Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sendiri yakin, pihak militer tidak akan melakukan kudeta terhadap pemerintahannya. Menurut Yingluck, kudeta yang dilakukan militer terhadap kakaknya, tujuh tahun lalu itu, "tidak memecahkan masalah". "Saya tidak berpikir militer akan melakukannya lagi," kata Yingluck.
Sementara itu, Suthep dan para pendukungnya terus menuntut agar Yingluck dan kabinetnya lengser. ”Jika ‘pesawat’ jatuh dengan seluruh kabinet di dalamnya, dan mereka semua meninggal, Thailand masih bisa melangkah,” kata Suthep yang seorang mantan wakil perdana Thailand itu.
(mas)