Jabat tangan dengan Castro di acara Mandela, Obama dikecam

Rabu, 11 Desember 2013 - 09:41 WIB
Jabat tangan dengan...
Jabat tangan dengan Castro di acara Mandela, Obama dikecam
A A A
Sindonews.com – Adegan jabat tangan antara Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Kuba, Raul Castro, kemarin, menuai kecaman dari publik AS.

Momen langka itu terjadi, ketika kedua pemimpin negara yang bermusuhan itu sama-sama menghadiri acara berkabung untuk pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Banyak warga AS bertanya-tanya, mengapa Obama bersedia berjabat tangan dengan tokoh yang dianggap AS sebagai “penjahat”. Momen itu menjadikan Obama sebagai Presiden AS pertama sejak tahun 2000 yang berjabat tangan dengan pemimpin Kuba.

Senator AS, Marco Rubio, yang seorang anak dari imigran asal Kuba mengecam sikap Obama yang mau berjabat tangan dengan Castro. ”Seharusnya (Castro) bertanya tentang kebebasan dasar orang yang ditolak di Kuba, jika dikaitkan dengan kebebasan yang dikampanyekan Mandela,” katanya.

Politisi AS dari Partai Republik, Ileana Ros Lehtinen, yang lahir di Havana tapi keluarganya pindah ke Miami, AS, membenci momen itu.”Hal itu memuakkan dan menyedihkan,” ucapnya, kemarin, seperti dikutip USA Today.

“Sikap ramah Presiden (Obama) dengan Raul Castro mencerminkan kebijakan kepada rezim Castro dan setiap kediktatoran teroris lainnya,” kecam politisi AS dari Partai Republik Diaz – Balart.

Media sosial juga dibanjiri kecaman yang dialamatkan kepada Obama. Para pengguna media sosial cenderung mengecam sikap Obama yang “tunduk” terhadap pemimpin asing. Mereka membandingkan adegan jabat tangan Obama dan Castro itu dengan adegan Obama yang membungkuk saat bertemu Raja Abdullah dari Arab Saudi tahun 2009.

Sementara itu, pihak Gedung Putih, mengatakan jabat tangan Obama dan Castro itu tidak direncanakan. ”Obama dan Castro hanya bertegur sapa,karena mereka dipersiapkan untuk tampil (dalam acara Mandela),” kata Ben Rhodes, Wakil Penasehat Keamanan Nasional Presiden AS. ”Fokus presiden adalah menghormati warisan Nelson Mandela.”
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
30 menit yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
1 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
3 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved