24 warga India didakwa atas kerusuhan di Singapura
Selasa, 10 Desember 2013 - 18:02 WIB
24 warga India didakwa atas kerusuhan di Singapura
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 24 warga negara India, telah didakwa atas kerusuhan di Little India, Singapura pada Minggu malam lalu. Ke-24 warga India itu dibawa ke pengadilan, Selasa (10/12/2013) sore.
Mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan hukuman cambuk. Setidaknya, 10 pengacara telah bersedia mendampingi para tersangka kerusuhan itu.
Selain dari 24 warga India, ada empat orang yang sebelumnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah warga Singapura, dua warga Bangladesh dan satu orang lagi warga India, namun dibebaskan karena terbukti tidak terlibat.
Kerusuhan, yang pecah di Singapura untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terakhir, dipicu kecelakaan fatal yang melibatkan bus terhadap pekerja asal India, Sakthivel Kumaravelu di wilayah sekitar Litle India. Sekitar 400 orang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Kendaraan dibakar, dan pekerja layanan darurat terluka.
Akibat munculnya kerusuhan itu, sempat memicu prediksi, bahwa itu sebagai buntut kekecewaan pekerja asing di Singapura. Namun, prediksi itu ditepis Pemerintah Singapura.
”Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pekerja asing yang terlibat dalam kerusuhan di Little India tidak senang dengan majikan mereka atau pemerintah,” kata Menteri Hukum dan Luar Negeri Singapura, K Shanmugam, seperti dikutip Channel News Asia.
Mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan hukuman cambuk. Setidaknya, 10 pengacara telah bersedia mendampingi para tersangka kerusuhan itu.
Selain dari 24 warga India, ada empat orang yang sebelumnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah warga Singapura, dua warga Bangladesh dan satu orang lagi warga India, namun dibebaskan karena terbukti tidak terlibat.
Kerusuhan, yang pecah di Singapura untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terakhir, dipicu kecelakaan fatal yang melibatkan bus terhadap pekerja asal India, Sakthivel Kumaravelu di wilayah sekitar Litle India. Sekitar 400 orang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Kendaraan dibakar, dan pekerja layanan darurat terluka.
Akibat munculnya kerusuhan itu, sempat memicu prediksi, bahwa itu sebagai buntut kekecewaan pekerja asing di Singapura. Namun, prediksi itu ditepis Pemerintah Singapura.
”Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pekerja asing yang terlibat dalam kerusuhan di Little India tidak senang dengan majikan mereka atau pemerintah,” kata Menteri Hukum dan Luar Negeri Singapura, K Shanmugam, seperti dikutip Channel News Asia.
(mas)