Penyadapan Australia disusupkan via program bantuan

Selasa, 10 Desember 2013 - 10:50 WIB
Penyadapan Australia...
Penyadapan Australia disusupkan via program bantuan
A A A
Sindonews.com – Motif baru skandal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terungkap. Mereka menyusupkan alat penyadapan melalui program bantuan dari Australia.

Motif itu yang diyakini dialami pihak Pemerintah Timor Leste. Pemerintah yang dulunya bagian dari Indonesia itu, pada Selasa (10/12/2013), mengatakan, sejumlah mata-mata Australia diduga menyadap kantor pemerintah mereka, melalui program bantuan.

Timor Leste yang terlibat kasus arbitrase di Den Haag untuk melawan Australia, menuduh penyadapan yang dilakukan Australia untuk meraup keuntungan komersial selama negosiasi royalti gas alam Laut Timor.

”Kami pikir, kami telah mengidentifikasi orang-orang dari tim yang datang untuk melakukan penyadapan tersebut. Kami memiliki nama-nama mereka,” kata Alfredo Pires, Menteri Sumber Daya Alam Timor Leste, kepada media Australia, Sydney Morning Herald. ”Mereka adalah laki-laki, bersama dengan seorang mata-mata wanita,” lanjut Pires.

Saksi kunci Timor Leste dalam kasus penyadapan yang tengah diadukan di Den Haag, adalah mantan perwaira intelijen dari Secret Service Intelligence (ASIS) Australia. Saksi itu, diduga mengetahui motif proyek bantuan renovasi kantor kabinet Timor Leste yang disusupi alat penyadapan untuk menguping pembicaraan perjanjian royalti gas alam pada tahun 2004.

Namun, Pires menolak menyebutkan nama orang-orang dari tim itu. Namun, dia mamastikan, salah satu dari mereka masih bekerja di luar negeri dengan nama yang sama.

Menurut Pires, alat penyadapan itu diduga dipasang di kantor perdana menteri dan ruangan yang kerap digunakan untuk rapat kabinet. ”Alat itu diselundupkan oleh kurir diplomatik,” ujarnya. ”Penyadapan ini dilakukan melalui proyek bantuan.”

Sementara itu, Pemimpin Hijau Australia, Christine Milne, mengatakan klaim itu menganggu kepercayaan badan bantuan yang bekerja. ”Ini benar-benar berarti orang yang bekerja dalam program bantuan Australia di seluruh dunia akan berada di bawah kecurigaan,” ujarnya kepada wartawan.

”Ini benar-benar penting, sekarang Pemerintah Australia perlu diselidiki atas tindakan yang melampui batas,” lanjut Milne.
(mas)
Berita Terkait
Kisah Jet Hawk Indonesia...
Kisah Jet Hawk Indonesia Kejar Jet Tempur Australia saat Krisis Timor Leste
Kunjungi PBNU, Presiden...
Kunjungi PBNU, Presiden Timor Leste Bahas Kerja Sama Kemanusiaan
Jokowi Sambut José...
Jokowi Sambut José Ramos-Horta, Sepakati Kerja Sama Indonesia - Timor Leste
Latihan Timnas Timor...
Latihan Timnas Timor Leste Jelang Menghadapi Indonesia
Momen Ngopi Santai Presiden...
Momen Ngopi Santai Presiden Timor Leste Ramos-Horta di Jaksel Bahas Kerja Sama Kreatif
Terkendala Biaya, Timor...
Terkendala Biaya, Timor Leste Mundur dari Kualifikasi Piala Asia U-17 2023
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
1 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
2 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
3 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
5 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
7 jam yang lalu
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved