Korsel perpanjang klaim blok udara, China kecewa
Senin, 09 Desember 2013 - 18:20 WIB
Korsel perpanjang klaim blok udara, China kecewa
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China pada Senin (9/12/2013) mengatakan kekecewaannya kepada Korea Selatan (Korsel) yang memperpanjang klaim blok udara di Laut China Timur. Tindakan Korsel itu memicu tumpang tindih blok udara yang sebelumnya telah diklaim Beijing.
Klaim oleh Seoul itu diumumkan Minggu kemarin. Mereka meyebut, klaim blok atau zona pertahanan udara oleh Seoul tidak melanggar kedaulatan negara-negara tetangganya. ”Pemerintah China mengungkapkan keprihatinan atas ekspansi Korsel yang mengklaim zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ),” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
“China segera menyampaikan keprihatinan kepada Korsel, dan meminta Seoul menangani masalah ini secara aman dan hati-hati,” lanjut Hong. Menurut Hong, tindakan Seoul membuat zona pertahanan udara menjadi tumpang tindih.
”Pada saat ini tidak ada sengketa wilayah antara China dan Korsel, tentang masalah ini,” ucap Hong. ”Ini hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi maritime.”
Sebelumnya, Korsel keberatan atas klaim blok udara Beijing yang diumumkan pada 23 November 2013. Berdasarkan aturan zona pertahanan udara China, semua pesawat harus melaporkan
rencana penerbangannya kepada Beijing. Jika tidak, militer China akan bertindak, termasuk menembak jatuh pesawat yang melintas tanpa izin itu.
Kalim blok udara di Laut China Timur yang diperpanjang Korsel, sejatinya adalah blok udara yang dibuat bersama Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1951, yakni saat terjadi Perang Korea.
Klaim oleh Seoul itu diumumkan Minggu kemarin. Mereka meyebut, klaim blok atau zona pertahanan udara oleh Seoul tidak melanggar kedaulatan negara-negara tetangganya. ”Pemerintah China mengungkapkan keprihatinan atas ekspansi Korsel yang mengklaim zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ),” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
“China segera menyampaikan keprihatinan kepada Korsel, dan meminta Seoul menangani masalah ini secara aman dan hati-hati,” lanjut Hong. Menurut Hong, tindakan Seoul membuat zona pertahanan udara menjadi tumpang tindih.
”Pada saat ini tidak ada sengketa wilayah antara China dan Korsel, tentang masalah ini,” ucap Hong. ”Ini hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi maritime.”
Sebelumnya, Korsel keberatan atas klaim blok udara Beijing yang diumumkan pada 23 November 2013. Berdasarkan aturan zona pertahanan udara China, semua pesawat harus melaporkan
rencana penerbangannya kepada Beijing. Jika tidak, militer China akan bertindak, termasuk menembak jatuh pesawat yang melintas tanpa izin itu.
Kalim blok udara di Laut China Timur yang diperpanjang Korsel, sejatinya adalah blok udara yang dibuat bersama Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1951, yakni saat terjadi Perang Korea.
(mas)