Untuk bertahan hidup, para wanita Suriah nikah kontrak di Yordania
Senin, 09 Desember 2013 - 17:42 WIB
Untuk bertahan hidup, para wanita Suriah nikah kontrak di Yordania
A
A
A
Sindonews.com – Para orang kaya di Yordania diketahui telah memperdayai para wanita Suriah yang mengungsi ke negara itu. Mereka mengajak para wanita Suriah menikah kontrak dengan imbalan uang, perhiasan dan makanan untuk bertahan hidup di pengungsian.
Praktik nikah kontrak yang terpaksa di jalani para pengungsi perempuan Suriah itu salah satunya terjadi di Kota Ramtha, sebuah Kota di Yordania, yang berbatasan dengan Suriah. Mereka terpaksa menjadi ”pemuas” nafsu pada orang kaya di Yordania untuk beberapa waktu.
Dalam sebuah rekaman video, seorang pria pengusaha tua di Yordania tampak menikah kontrak dengan wanita muda Suriah. Bahkan wanita Suriah itu mengalami eksploitasi sosial dengan disuruh menari tanpa busana untuk direkam.
”Dia menerima USD1.000 untuk jangka waktu 24 jam. Dia benar-benar indah, tapi saya bisa mendapatkan diskon pada dirinya, dan semua wanita itu berbeda-beda, ada yang mau menerimaUSD100 atau USD200 untuk satu jam. Beberapa lainnya, mau menerima USD3.000 untuk satu bulan. Anda bisa tinggal dengan mereka dalam sebuah pernikahan sementara,” kata seorang penjaga toko di Ramtha, kemarin, sebagaimana dilansir The National.
Namun, tidak semua wanita Suriah bersedia melakukan praktik nikah kontrak. Mereka yang bersedia, hanya yang sudah putus asa dengan kondisi yang serba sulit. ”(Mereka ) cukup putus asa , untuk mendapatkan uang tambahan melalui prostitusi,” kata penjaga toko yang diwawancarai dengan syarat anonim itu.
Menurut berbagai laporan, setidaknya 600.000 warga Suriah telah mengungsi ke Yordania. Sebagian tinggal di kamp pengungsi yang difasilitasi PBB. Namun, banyak juga yang tinggal di luar kamp PBB. Melalui kamp-kamp pengungsi itu, para pengusaha swasta dari Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan negara-negara lain Teluk lainnya menyalurkan bantuan.
Parahnya, sebagian dari mereka murni menyalurkan bantuan kemanusian. Tapi, sebagian lagi menyalurkan bantuan dengan motif mencari para wanita Suriah.
”Setiap orang yang datang ke sini menawarkan bantuan memiliki beberapa jenis motif tersembunyi. PBB dan negara-negara Barat, serta negara-negara Teluk mempunyai motif politik. Tapi, khusus para pendonor swasta datang ke sini untuk mencari wanita,” ungkap seorang relawan dari Damaskus, Suriah yang membantu menyalurkan bantuan dari pendonor swasta untuk para pengungsi miskin.
Menurut relawan itu, para pendonor swasta yang rata-rata berusia 20-an tahun, semula menepis motif tersembunyi, yakni mencari para wanita Suriah. ”Ada cara untuk mengatur hal-hal seperti itu , tetapi sulit untuk memastikan bahwa uang yang mereka berikan tanpa pamrih. Beberapa pengungsi Suriah juga mencoba untuk memafaatkan bantuan dari mereka di tengah situasi yang sulit.”
Praktik nikah kontrak yang terpaksa di jalani para pengungsi perempuan Suriah itu salah satunya terjadi di Kota Ramtha, sebuah Kota di Yordania, yang berbatasan dengan Suriah. Mereka terpaksa menjadi ”pemuas” nafsu pada orang kaya di Yordania untuk beberapa waktu.
Dalam sebuah rekaman video, seorang pria pengusaha tua di Yordania tampak menikah kontrak dengan wanita muda Suriah. Bahkan wanita Suriah itu mengalami eksploitasi sosial dengan disuruh menari tanpa busana untuk direkam.
”Dia menerima USD1.000 untuk jangka waktu 24 jam. Dia benar-benar indah, tapi saya bisa mendapatkan diskon pada dirinya, dan semua wanita itu berbeda-beda, ada yang mau menerimaUSD100 atau USD200 untuk satu jam. Beberapa lainnya, mau menerima USD3.000 untuk satu bulan. Anda bisa tinggal dengan mereka dalam sebuah pernikahan sementara,” kata seorang penjaga toko di Ramtha, kemarin, sebagaimana dilansir The National.
Namun, tidak semua wanita Suriah bersedia melakukan praktik nikah kontrak. Mereka yang bersedia, hanya yang sudah putus asa dengan kondisi yang serba sulit. ”(Mereka ) cukup putus asa , untuk mendapatkan uang tambahan melalui prostitusi,” kata penjaga toko yang diwawancarai dengan syarat anonim itu.
Menurut berbagai laporan, setidaknya 600.000 warga Suriah telah mengungsi ke Yordania. Sebagian tinggal di kamp pengungsi yang difasilitasi PBB. Namun, banyak juga yang tinggal di luar kamp PBB. Melalui kamp-kamp pengungsi itu, para pengusaha swasta dari Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan negara-negara lain Teluk lainnya menyalurkan bantuan.
Parahnya, sebagian dari mereka murni menyalurkan bantuan kemanusian. Tapi, sebagian lagi menyalurkan bantuan dengan motif mencari para wanita Suriah.
”Setiap orang yang datang ke sini menawarkan bantuan memiliki beberapa jenis motif tersembunyi. PBB dan negara-negara Barat, serta negara-negara Teluk mempunyai motif politik. Tapi, khusus para pendonor swasta datang ke sini untuk mencari wanita,” ungkap seorang relawan dari Damaskus, Suriah yang membantu menyalurkan bantuan dari pendonor swasta untuk para pengungsi miskin.
Menurut relawan itu, para pendonor swasta yang rata-rata berusia 20-an tahun, semula menepis motif tersembunyi, yakni mencari para wanita Suriah. ”Ada cara untuk mengatur hal-hal seperti itu , tetapi sulit untuk memastikan bahwa uang yang mereka berikan tanpa pamrih. Beberapa pengungsi Suriah juga mencoba untuk memafaatkan bantuan dari mereka di tengah situasi yang sulit.”
(mas)