PM Singapura: Tak ada alasan untuk benarkan kekerasan
Senin, 09 Desember 2013 - 09:24 WIB
PM Singapura: Tak ada alasan untuk benarkan kekerasan
A
A
A
Sindonews.com – Kerusuhan yang pecah di Singapura semalam atau sejak 30 tahun terakhir membuat geram Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Amukan massa itu, dipicu kematian warga etnis India akibat tertabrak bus di Litle India, wilayah yang didominasi etnis India.
Dalam kerusuhan itu, sekitar 400 orang turun ke jalan. Mereka melampari barikade polisi, membakar mobil polisi dan ambulans.
“Peristiwa apa pun yang mungkin telah memicu kerusuhan, tidak ada alasan untuk (membenarkan) perilaku kekerasan, yang merusak, dan kriminal tersebut,” kata Lee, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (9/12/2013).
”Mereka (pelaku kekerasan) akan berurusan dengan kekuatan hukum,” lanjut Lee. Para jurnalis setempat, mengatakan, kerusuhan publik di negara itu sangat jarang terjadi. Umumnya, warga Singpura berkumpul di Little India saban Minggu ntuk berbelanja, minum dan bersosialisasi .
Para pelaku kerusuhan itu terancam hukuman tujuh tahun penjara, bahkan hukuman cambuk. ”Ini adalah insiden serius yang mengakibatkan cedera dan kerusakan properti publik,” kata Teo Chee Hean, Wakil PM Singapura, sekaligus Menteri Dalam Negeri setempat.
Dalam kerusuhan itu, sekitar 400 orang turun ke jalan. Mereka melampari barikade polisi, membakar mobil polisi dan ambulans.
“Peristiwa apa pun yang mungkin telah memicu kerusuhan, tidak ada alasan untuk (membenarkan) perilaku kekerasan, yang merusak, dan kriminal tersebut,” kata Lee, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (9/12/2013).
”Mereka (pelaku kekerasan) akan berurusan dengan kekuatan hukum,” lanjut Lee. Para jurnalis setempat, mengatakan, kerusuhan publik di negara itu sangat jarang terjadi. Umumnya, warga Singpura berkumpul di Little India saban Minggu ntuk berbelanja, minum dan bersosialisasi .
Para pelaku kerusuhan itu terancam hukuman tujuh tahun penjara, bahkan hukuman cambuk. ”Ini adalah insiden serius yang mengakibatkan cedera dan kerusakan properti publik,” kata Teo Chee Hean, Wakil PM Singapura, sekaligus Menteri Dalam Negeri setempat.
(mas)