Bahas penyadapan, Menlu Australia & RI bakal bertemu 4 mata
Rabu, 04 Desember 2013 - 09:31 WIB
Bahas penyadapan, Menlu Australia & RI bakal bertemu 4 mata
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pekan ini berencana berkunjung ke Indonesia untuk membahas masalah penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kunjungan Bishop dijadwalkan Kamis (5/12/2013) besok. Menurut pihak kantor Kemenlu Australia, Bishop akan bertemu empat mata dengan Menlu Indonesia, Marty M. Natalegawa. Keduanya, seperti dikutip ABC, Rabu (4/12/2013) akan membahas kode etik kerja intelijen.
Sebelumnya, Menlu Marty berharap Bishop segera datang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah penyadapan yang memicu keretakan hubungan Indonesia dan Australia. ”Saya akan menerima Menteri Julie Bishop, dan kemudian kita akan melihat solusi apa yang keluar dari pertemuan itu,” kata Marty, di sela-sela forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali, kemarin.
Marty menegaskan, syarat dan kondisi untuk pembahasan kode etik intelijen telah ditetapkan oleh Indonesia. ”Road map untuk merajut kembali hubungan bilateral cukup jelas,” ucap Marty. ”Presiden (Yudhoyono) telah meletakkan enam poin road map (peta jalan), jadi kami akan melaksanakan.”
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya pernah menegaskan, jika Australia ingin kerjasama lagi dengan Indonesia, Perdana Menteri Tony Abbott harus menandatangani kode etik itu itu.
Menurut Marty, pertemuannya dengan Julie Bishop besok hanya langkah awal. Hubungan Indonesia dan Australia retak, setelah dokumen rahasia yang dibocorkan whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30, mengungkap bahwa intelijen Australia menyadap ponsel Presiden Yudhoyono, Herawati Kristiani (istri Yudhoyono), dan delapan tokoh serta menteri senior Indonesia. Penyadapan itu dilakukan pada tahun 2009.
Kunjungan Bishop dijadwalkan Kamis (5/12/2013) besok. Menurut pihak kantor Kemenlu Australia, Bishop akan bertemu empat mata dengan Menlu Indonesia, Marty M. Natalegawa. Keduanya, seperti dikutip ABC, Rabu (4/12/2013) akan membahas kode etik kerja intelijen.
Sebelumnya, Menlu Marty berharap Bishop segera datang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah penyadapan yang memicu keretakan hubungan Indonesia dan Australia. ”Saya akan menerima Menteri Julie Bishop, dan kemudian kita akan melihat solusi apa yang keluar dari pertemuan itu,” kata Marty, di sela-sela forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali, kemarin.
Marty menegaskan, syarat dan kondisi untuk pembahasan kode etik intelijen telah ditetapkan oleh Indonesia. ”Road map untuk merajut kembali hubungan bilateral cukup jelas,” ucap Marty. ”Presiden (Yudhoyono) telah meletakkan enam poin road map (peta jalan), jadi kami akan melaksanakan.”
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya pernah menegaskan, jika Australia ingin kerjasama lagi dengan Indonesia, Perdana Menteri Tony Abbott harus menandatangani kode etik itu itu.
Menurut Marty, pertemuannya dengan Julie Bishop besok hanya langkah awal. Hubungan Indonesia dan Australia retak, setelah dokumen rahasia yang dibocorkan whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30, mengungkap bahwa intelijen Australia menyadap ponsel Presiden Yudhoyono, Herawati Kristiani (istri Yudhoyono), dan delapan tokoh serta menteri senior Indonesia. Penyadapan itu dilakukan pada tahun 2009.
(mas)