Sepanjang November, 659 tewas akibat aksi kekerasan di Irak
Senin, 02 Desember 2013 - 23:42 WIB
Sepanjang November, 659 tewas akibat aksi kekerasan di Irak
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 659 warga Irak tewas dan 1.373 lainnya luka-luka dalam gelombang kekerasan di Irak sepanjang November lalu. Demikian terungkap dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), Minggu (1/12/2013).
Pernyataan itu mengatakan, bahwa 565 warga sipil dan 94 anggota Pasukan Keamanan Irak tewas dalam aksi terorisme dan kekerasan pada bulan November. Sementara 1.186 warga sipil dan 187 anggota Pasukan Keamanan terluka.
“Baghdad adalah provinsi yang paling parah terkena dampak aksi kekerasan, dengan 224 warga sipil tewas dan 399 lainnya luka-luka. Diikuti oleh Niniwe, Salahudin, dan Diyala,” sebut laporan tersebut. Sementara provinsi lain yang juga menjadi target aksi kekerasan adalah Anbar, Kirkuk, Babil, dan Wasit.
Nickolay Mladenov, utusan khusus Sekjen PBB untuk Irak dan kepala UNAMI, mendesak Pemerintah Irak untuk melakukan upaya yang diperlukan untuk melindungi rakyat negara itu. "Aksi pemboman tanpa pandang bulu dan serangan lainnya terus mengambil korban di Irak setiap hari,” jelas Mladenov, seperti dikutip dari Channel News Asia.
“Saya amat terganggu oleh gelombang baru dalam pembunuhan bergaya eksekusi, yang telah dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan dan tak terkatakan," kata Mladenov. Akhir-akhir ini, memang banyak korban yang ditemukan tewas dengan cara dieksekusi. Tangan mereka terikat, dan ditemukan luka tembak di kepala atau badan mereka.
Pernyataan itu mengatakan, bahwa 565 warga sipil dan 94 anggota Pasukan Keamanan Irak tewas dalam aksi terorisme dan kekerasan pada bulan November. Sementara 1.186 warga sipil dan 187 anggota Pasukan Keamanan terluka.
“Baghdad adalah provinsi yang paling parah terkena dampak aksi kekerasan, dengan 224 warga sipil tewas dan 399 lainnya luka-luka. Diikuti oleh Niniwe, Salahudin, dan Diyala,” sebut laporan tersebut. Sementara provinsi lain yang juga menjadi target aksi kekerasan adalah Anbar, Kirkuk, Babil, dan Wasit.
Nickolay Mladenov, utusan khusus Sekjen PBB untuk Irak dan kepala UNAMI, mendesak Pemerintah Irak untuk melakukan upaya yang diperlukan untuk melindungi rakyat negara itu. "Aksi pemboman tanpa pandang bulu dan serangan lainnya terus mengambil korban di Irak setiap hari,” jelas Mladenov, seperti dikutip dari Channel News Asia.
“Saya amat terganggu oleh gelombang baru dalam pembunuhan bergaya eksekusi, yang telah dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan dan tak terkatakan," kata Mladenov. Akhir-akhir ini, memang banyak korban yang ditemukan tewas dengan cara dieksekusi. Tangan mereka terikat, dan ditemukan luka tembak di kepala atau badan mereka.
(esn)