Produksi pangan meningkat, tapi Korut tetap dilanda gizi buruk

Sabtu, 30 November 2013 - 02:01 WIB
Produksi pangan meningkat,...
Produksi pangan meningkat, tapi Korut tetap dilanda gizi buruk
A A A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) telah meningkatkan produksi pangan selama tiga tahun berturut-turut. Tapi, kekurangan gizi tetap meluas. Demikian dinyatakan sejumlah badan PBB, Jumat (29/11/2013).

Kegagalan dalam sistem distribusi negara, berarti keluarga semakin bergantung pada pasar resmi dan barter untuk makan. Demikian penilaian Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan World Food Programme.

"Meskipun produksi pertanian terus membaik, namun sistem pangan masih sangat rentan terhadap guncangan dan kekurangan yang terjadi dalam produksi makanan kaya protein," kata ekonom FAO, Kisan Gunjal.

Total produksi pangan Korut diperkirakan mencapai 5.030.000 ton untuk 2013. Jumlah ini mengalami peningkatan lima persen dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, konsumsi makanan untuk 84 persen dari rumah tangga di seluruh negara itu digambarkan berada di bawah batas.

“Meskipun tingkat kekurangan gizi anak telah menurun selama satu dekade terakhir, namun jumlahnya tetap mengkhawatirkan dan kekurangan zat gizi mikro ini menjadi perhatian khusus,” lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
2 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
3 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
6 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
7 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
10 jam yang lalu
Infografis
Trump: Bergaul dengan...
Trump: Bergaul dengan Rusia dan Korut Bukan Hal yang Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved