Para tokoh bantah pelarangan Islam di Angola

Rabu, 27 November 2013 - 19:00 WIB
Para tokoh bantah pelarangan...
Para tokoh bantah pelarangan Islam di Angola
A A A
Sindonews.com – Sejumlah tokoh di Angola pada Rabu (27/11/2013), membantah adanya keputusan pemerintah yang melarang agama Islam dan penutupan seluruh masjid di negara itu. Para tokoh itu, bahkan menantang pemerintah untuk menujukkan masjid mana yang telah ditutup.

Bantahan itu muncul setelah Menteri Kebudayaan Angola, Rosa Cruz e Silva menyebut, legalisasi Islam belum disetujui dan semua masjid di negaranya ditutup. ”Legalisasi Islam belum disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. (Dan) masjid mereka akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Silva.

Tak hanya menteri, Presiden Angola, Jose Edurado dos Santos juga membenarkan klaim menterinya itu. ”Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kita,” kata Santos.

Namun, para tokoh di Angola menetralisir klaim yang membuat Angola jadi sorotan seluruh media dunia itu. ”Tidak ada perang di Angola untuk melawan Islam atau agama lain,” kata Manuel Fernando , direktur Institut Nasional untuk Urusan Agama, yang merupakan bagian dari Kementerian Kebudayaan,, seperti dikutip al-Jazeera.

David Ja, juru bicara Muslim lokal, menantang klaim pemerintah yang menyatakan masjid-masjid di negara itu telah ditutup.

Sementara itu, Ahmed Ould Taher, seorang saksi di Provinsi Uige (Carmona) mengatakan kepada al-Jazeera, bahwa masjid yang ditutup merupakan masjid yang dibangun oleh komunitas ekspatriat dari Afrika Barat dan Afrika Utara.

”Memang benar bahwa, beberapa masjid telah hancur dan yang lainnya ditutup dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar masjid yang hancur itu dibangun tanpa izin pemerintah. Dua masjid yang berwenang di Luanda masih beroperasi tanpa masalah. Saya belum mendengar adanya keputusan resmi pemerintah yang melarang Islam atau melarang salat di masjid-masjid,” kata Taher.

Klaim Pemerintah Angola yang sebelumnya melarang Islam telah memicu reaksi sejumlah negara. Di Mesir, mufti Shawqi Allam mengatakan langkah tersebut akan menjadi "provokasi tidak hanya untuk umat Islam Angola, tetapi juga lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia”.
(mas)
Berita Terkait
Meninggal Dunia, Simbol...
Meninggal Dunia, Simbol Poligami Angola Tinggalkan 42 Istri dan 150 Anak
Roket Proton Rusia Luncurkan...
Roket Proton Rusia Luncurkan Satelit Komunikasi Milik Angola
Berlian Merah Muda Terbesar...
Berlian Merah Muda Terbesar dalam 300 Tahun Ditemukan di Angola
7 Negara dengan Angka...
7 Negara dengan Angka Kelahiran Tertinggi, Seluruhnya dari Afrika
50 Orang Tewas dalam...
50 Orang Tewas dalam Ritual Anti-Penyihir di Angola
Negara-negara Ini Disebut-sebut...
Negara-negara Ini Disebut-sebut Jadi Korban Jebakan Utang China
Berita Terkini
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
11 menit yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
1 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
2 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
3 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
4 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved