Inggris & AS mengaku akan terus mendukung Libya
Senin, 25 November 2013 - 22:07 WIB
Inggris & AS mengaku akan terus mendukung Libya
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan, bahwa negara mereka akan melanjutkan upaya untuk mendukung Pemerintah Libya, Senin (25/11/2013).
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris, dua pejabat itu telah melakukan pembicaraan di Iggris. Hague kemudian bergabung dengan Kerry untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Libya Ali Zeidan di London.
Kehadiran Zeidan di London adalah untuk memberikan kabar terbaru mengenai perkembangan di Libya, termasuk upaya untuk mencapai penyelesaian politik Libya. Hague menegaskan kembali komitmen Inggris untuk mendukung transisi Libya, khususnya penyelesaian politik Libya.
"Sebagai bagian dari paket dukungan, Inggris melatih 2.000 personil Angkatan Bersenjata Libya dalam keterampilan dasar infanteri," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, seperti dikutip dari Xinhua.
Hague dan Kerry juga menyambut positif penarikan milisi bersenjata dari Tripoli dan berharap ini akan menjadi sebuah langkah maju bagi pasukan Pemerintah Libya untuk menegakan keamanan nasional.
"Inggris dan AS berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra Eropa dan PBB untuk memastikan Libya terus mendapatkan semua dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas," lanjut pernyataan itu.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris, dua pejabat itu telah melakukan pembicaraan di Iggris. Hague kemudian bergabung dengan Kerry untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Libya Ali Zeidan di London.
Kehadiran Zeidan di London adalah untuk memberikan kabar terbaru mengenai perkembangan di Libya, termasuk upaya untuk mencapai penyelesaian politik Libya. Hague menegaskan kembali komitmen Inggris untuk mendukung transisi Libya, khususnya penyelesaian politik Libya.
"Sebagai bagian dari paket dukungan, Inggris melatih 2.000 personil Angkatan Bersenjata Libya dalam keterampilan dasar infanteri," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, seperti dikutip dari Xinhua.
Hague dan Kerry juga menyambut positif penarikan milisi bersenjata dari Tripoli dan berharap ini akan menjadi sebuah langkah maju bagi pasukan Pemerintah Libya untuk menegakan keamanan nasional.
"Inggris dan AS berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra Eropa dan PBB untuk memastikan Libya terus mendapatkan semua dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas," lanjut pernyataan itu.
(esn)