China: Kesepakatan nuklir bantu tegakan sistem non-proliferasi nuklir

Minggu, 24 November 2013 - 17:35 WIB
China: Kesepakatan nuklir...
China: Kesepakatan nuklir bantu tegakan sistem non-proliferasi nuklir
A A A
Sindonews.com - Pemerintah China menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai dalam program pengayaan nuklir Iran, Minggu (24/11/2013) pagi.

"Perjanjian ini akan membantu menegakan istem Non-Proliferasi nuklir internasional dan akan menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Wang Yi, seperti dilansir AFP dalam situs Kemlu China.

"Perjanjian itu juga akan membantu berbagai pihak untuk melakukan pertukaran secara normal dengan Iran dan tentunya akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Iran." imbuh Wang,

Wang mengungkapkan, kesepakatan tersebut tercapai setelah berbagai pihak melakukan perjuangan dengan keras selama satu dekade, negosiasi kemudian memasuki tahap sulit dalam beberapa hari terakhir.

Dalam perjanjian tersebut, Iran sepakat untuk membatasi pengayaan nuklir, mereka tidak diizinkan menginstal sentrifugal baru, sementara semua pengayaan uranium tidak boleh lebih dari lima persen, selama enam bulan ke depan.

Sebagai gantinya, Iran akan menerima kelonggaran sanksi internasional. Seperti, pembebasan miliaran dana Iran yang telah dibekukan oleh bank asing, memperbaharui perdagangan logam mulia, petrokimia dan suku cadang pesawat.

Dalam konfersi pers yang digelar di Jenewa, Swiss, Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad Javad Zarif, membenarkan bahwa ada pembatasan pengayaan uranium selama enam bulan kedepan dan tidak akan berhenti secara total. Dia menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikam pengayaan uranium, pengayaan akan terus berlanjut dibawah ketentuan perjanjian poliferasi senjata nuklir, dan hal tersebut tetap akan menjadi kesepakatan yang telah dicapai dalam perundingan yang telah digelar ataupun dimasa depan.

Perjanjian tersebut akan berlaku selama enam bulan ke depan, selama itu pula P5+1 akan mencoba mencapai sebuah solusi final yang komperhensif untuk mengakhiri kebuntuan.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
31 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
54 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved