Turki tuding Assad manfaatkan penundaan perundingan damai Suriah
Rabu, 20 November 2013 - 23:34 WIB
Turki tuding Assad manfaatkan penundaan perundingan damai Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Turki pada Rabu (20/11/2013), menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad telah pemanfaatan penundaan rencana perundingan perdamaian yang didukung Amerika Serikat dan Rusia, dengan cara meningkatkan serangan terhadap oposisi.
"Rezim (Assad) yang mendalangi tragedi kemanusiaan dengan pemboman baru-baru ini dan meninggalkan orang-orang yang kelaparan melalui pengepungan," kata Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu pada konferensi pers di Istanbul.
"Konefersi Jeneva II harus bersidang, menghasilkan hasil dan penundaan jadwal seharusnya tidak diperbolehkan untuk dimanfaatkan," lanjutnya.
"Kami telah mendukung semua inisiatif diplomatik. Tapi sejak Mei, sudah ada pembicaraan konstan tentang Konferensi Jenewa II dan harapan meningkat, tetapi berakhir dengan kekecewaan karena tidak ada hasil positif," jelas Davutoglu.
Sebelumnya, AS dan Rusia mengumumkan Konferensi Jenewa II akan dihelat pada Mei lalu, namun hal itu tak terlaksana. Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pada awal pekan ini, bahwa ia berharap konferensi dapat diselenggarakan pada pertengahan Desember, tetapi ia belum bisa memberikan tanggal yang tepat.
"Rezim (Assad) yang mendalangi tragedi kemanusiaan dengan pemboman baru-baru ini dan meninggalkan orang-orang yang kelaparan melalui pengepungan," kata Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu pada konferensi pers di Istanbul.
"Konefersi Jeneva II harus bersidang, menghasilkan hasil dan penundaan jadwal seharusnya tidak diperbolehkan untuk dimanfaatkan," lanjutnya.
"Kami telah mendukung semua inisiatif diplomatik. Tapi sejak Mei, sudah ada pembicaraan konstan tentang Konferensi Jenewa II dan harapan meningkat, tetapi berakhir dengan kekecewaan karena tidak ada hasil positif," jelas Davutoglu.
Sebelumnya, AS dan Rusia mengumumkan Konferensi Jenewa II akan dihelat pada Mei lalu, namun hal itu tak terlaksana. Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pada awal pekan ini, bahwa ia berharap konferensi dapat diselenggarakan pada pertengahan Desember, tetapi ia belum bisa memberikan tanggal yang tepat.
(esn)