Demonstran baju merah siap gelar aksi protes di Bangkok
Rabu, 20 November 2013 - 03:24 WIB
Demonstran baju merah siap gelar aksi protes di Bangkok
A
A
A
Sindonews.com – Suhu politik meningkat di Bangkok, Thailand, menjelang putusan Mahkamah Konstitusi pada Rabu (20/11/2013). Ribuan demonstran baju merah berkumpul di Stadion Nasional Rajamangala di Bangkok untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah.
Demonstran baju merah juga memberi dukungan total pada Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan Partai Puea Thai menjelang keputusan pengadilan yang bisa membuat partai yang berkuasa dibubarkan.
Pada Rabu, Mahkamah Konstitusi Thailand akan memutuskan, apakah keinginan Partai Puea Thai untuk mengubah komposisi majelis tinggi parlemen melanggar konstitusi atau tidak.
Sementara PM Yingluck Shinawatra sendiri pada Selasa (19/11/2013), telah menyerukan semua pihak agar tenang. Namun, ia juga bersikeras tidak akan mundur menjelang putusan pengadilan. "Saya tidak ingin orang-orang emosional dan bentrok satu sama lain," ujarnya,
Pemimpin Thailand yang tak lain adalah adik mantan PM sebelumnya, Thaksin Shinawatra, mendesak kelompok-kelompok pro dan anti pemerintah untuk menunggu keputusan pengadilan.
"Tidak ada alasan bagi saya untuk membubarkan parleman atau mundur. Kita masih bisa menjamin perdamaian dan ketertiban. Ada kurangnya kontinuitas jika pemerintah terus berubah," kata Yingluck, seperti dikutip dari AFP.
Demonstran baju merah juga memberi dukungan total pada Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan Partai Puea Thai menjelang keputusan pengadilan yang bisa membuat partai yang berkuasa dibubarkan.
Pada Rabu, Mahkamah Konstitusi Thailand akan memutuskan, apakah keinginan Partai Puea Thai untuk mengubah komposisi majelis tinggi parlemen melanggar konstitusi atau tidak.
Sementara PM Yingluck Shinawatra sendiri pada Selasa (19/11/2013), telah menyerukan semua pihak agar tenang. Namun, ia juga bersikeras tidak akan mundur menjelang putusan pengadilan. "Saya tidak ingin orang-orang emosional dan bentrok satu sama lain," ujarnya,
Pemimpin Thailand yang tak lain adalah adik mantan PM sebelumnya, Thaksin Shinawatra, mendesak kelompok-kelompok pro dan anti pemerintah untuk menunggu keputusan pengadilan.
"Tidak ada alasan bagi saya untuk membubarkan parleman atau mundur. Kita masih bisa menjamin perdamaian dan ketertiban. Ada kurangnya kontinuitas jika pemerintah terus berubah," kata Yingluck, seperti dikutip dari AFP.
(esn)