Ditanya korban topan seminggu tak dibantu, Aquino sinis
Senin, 18 November 2013 - 16:24 WIB
Ditanya korban topan seminggu tak dibantu, Aquino sinis
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Filipina Benigno Aquino III, akhirn angkat bicara soal banyaknya korban topan Haiyan yang selama seminggu tidak tersentuh bantuan. Aquino mengomentari hal itu dengan sinis dan menyimpan kemarahan.
Presiden Aquino, kemarin kembali ke Ground Zero, dan menjanjikan bantuan dan rehabilitasi secepat mungkin terhadap para korban terkuat di dunia itu. ”Saya tidak akan berbicara lagi, karena sebagai Presiden, saya dilarang marah,” katanya dengan nada sinis selama berkunjung ke Guiuan, Samar Timur.
”Saya marah, tapi saya hanya akan menyimpannya di usus saya,” kata Aquino melanjutkan, seperti dikutip media Filipina, Inquirer.net, Senin (18/11/2013).
Aquino tidak menyebut nama yang disalahkan, meskipun ia telah menunjukkan bantuan yang tidak disiapkan untuk warga Kota Tacloban yang menjadi korban topan ganas itu.
”Saya (berusia) 53 tahun, dan saya tidak ingat bagaimana menghadapi Badai nomor empat sebelumnya,” kata Aquino yang memuji para pejabat Guiuan, yang bekerja keras dalam menghadapi bencana itu.
”Ketika Anda mengatakan bahwa Anda akan terkena (oleh topan , apa lagi yang akan Anda lakukan? Anda akan bertindak,” katanya, dengan nada yang masih terdengar sarkastik . ”Tapi, sayahanya akan menyimpan (kemarahan) untuk diri sendiri.”
Menurutnya, pemerintah sekarang harus memberi makan sekitar 1,4 juta korban topan Haiyan. Bantuan, lanjut dia, akan tiba lebih cepat ke daerah-daerah yang ditangani langsung pejabat lokal secara efisien. ”Kita tidak perlu bicara, hanya bertindak ,” katanya.
Presiden Aquino, kemarin kembali ke Ground Zero, dan menjanjikan bantuan dan rehabilitasi secepat mungkin terhadap para korban terkuat di dunia itu. ”Saya tidak akan berbicara lagi, karena sebagai Presiden, saya dilarang marah,” katanya dengan nada sinis selama berkunjung ke Guiuan, Samar Timur.
”Saya marah, tapi saya hanya akan menyimpannya di usus saya,” kata Aquino melanjutkan, seperti dikutip media Filipina, Inquirer.net, Senin (18/11/2013).
Aquino tidak menyebut nama yang disalahkan, meskipun ia telah menunjukkan bantuan yang tidak disiapkan untuk warga Kota Tacloban yang menjadi korban topan ganas itu.
”Saya (berusia) 53 tahun, dan saya tidak ingat bagaimana menghadapi Badai nomor empat sebelumnya,” kata Aquino yang memuji para pejabat Guiuan, yang bekerja keras dalam menghadapi bencana itu.
”Ketika Anda mengatakan bahwa Anda akan terkena (oleh topan , apa lagi yang akan Anda lakukan? Anda akan bertindak,” katanya, dengan nada yang masih terdengar sarkastik . ”Tapi, sayahanya akan menyimpan (kemarahan) untuk diri sendiri.”
Menurutnya, pemerintah sekarang harus memberi makan sekitar 1,4 juta korban topan Haiyan. Bantuan, lanjut dia, akan tiba lebih cepat ke daerah-daerah yang ditangani langsung pejabat lokal secara efisien. ”Kita tidak perlu bicara, hanya bertindak ,” katanya.
(mas)