PM Turki bertemu Pemimpin Kurdi Irak
Minggu, 17 November 2013 - 02:46 WIB
PM Turki bertemu Pemimpin Kurdi Irak
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki bertemu Pemimpin Kurdi Irak di wilayah otonomi Kurdi di utara Irak, Sabtu (16/11/2013). Kunjungan ini dilakukan untuk memulai kembali pembicaraan damai yang sempat mandek.
Puluhan ribu orang Kurdi menyaksikan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyapa Pemimpin Kurdi Irak, Massud Barzani di jantung wilayah Kurdi, di Diyarbakir. Meski Barzani telah beberapa kali mengunjungi ibu kota Turki, Ankara, tetapi pertemuan kali ini dianggap Erdogan sebagai pertemuan "bersejarah".
"Proses perdamaian akan maju dengan dukungan dari saudara-saudara saya di Diyarbakir," kata Erdogan di hadapan kerumunan warga Kurdi. "Bagaimana Turki dan Kurdi bisa saling terpisah? Turki dan Kurdi seharusnya tidak lagi saling terpisah," lanjut Erdogan.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyerukan untuk mengakhiri konflik yang telah menyebabkan sekitar 45 ribu orang tewas. Sementara Barzani berharap, momen ini bisa membawa mereka kembali ke meja perundingan. "Saya bertanya, atas nama saya dan saudara Kurdi Turki, bahwa proses perdamaian akan didukung," kata Barzani.
Puluhan ribu orang Kurdi menyaksikan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyapa Pemimpin Kurdi Irak, Massud Barzani di jantung wilayah Kurdi, di Diyarbakir. Meski Barzani telah beberapa kali mengunjungi ibu kota Turki, Ankara, tetapi pertemuan kali ini dianggap Erdogan sebagai pertemuan "bersejarah".
"Proses perdamaian akan maju dengan dukungan dari saudara-saudara saya di Diyarbakir," kata Erdogan di hadapan kerumunan warga Kurdi. "Bagaimana Turki dan Kurdi bisa saling terpisah? Turki dan Kurdi seharusnya tidak lagi saling terpisah," lanjut Erdogan.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyerukan untuk mengakhiri konflik yang telah menyebabkan sekitar 45 ribu orang tewas. Sementara Barzani berharap, momen ini bisa membawa mereka kembali ke meja perundingan. "Saya bertanya, atas nama saya dan saudara Kurdi Turki, bahwa proses perdamaian akan didukung," kata Barzani.
(esn)