Arab Saudi resmi tolak kursi DK PBB
Rabu, 13 November 2013 - 03:36 WIB
Arab Saudi resmi tolak kursi DK PBB
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Arab Saudi pada Selasa (12/11/2013), secara resmi memberitahu PBB mengenai keputusannya untuk menolak kursi di Dewan Keamanan PBB. Menurut para diplomat PBB, sikap ini membuka jalan bagi Jordania untuk menggantikan posisi Arab Saudi.
"Saya ingin memberitahu Anda, bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memutuskan untuk memberitahu Anda, bahwa Arab Saudi tidak berada dalam posisi untuk memperoleh kursi dalam Dewan Keamanan," ujar Duta Arab Saudi di PBB, Abdullah al-Mouallimi, seperti dikutip dari Reuters.
Bulan lalu, 193 anggota Majelis Umum PBB memilih Arab Saudi untuk duduk di kursi anggota tidak tetap DK PBB sejak 1 Januari 2014 mendatang. Masa keanggotaan ini berlaku selama dua tahun. Secara mengejutkan, satu hari setelah terpilih, Arab Saudi melayangkan sinyal penolakan.
Alasan Arab Saudi menolak duduk di kursi DK PBB adalah karena DK PBB dianggap gagal mengakhiri perang Suriah dan bertindak tidak konsisten pada isu-isu Timur Tengah lainnya.
Seorang diplomat Barat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, tampaknya Jordania telah sepakat untuk menggantikan Arab Saudi di DK PBB. Namun, kepastian ini masih harus menunggu persetujuan dari dua pertiga anggota Majelis Umum PBB.
"Saya ingin memberitahu Anda, bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memutuskan untuk memberitahu Anda, bahwa Arab Saudi tidak berada dalam posisi untuk memperoleh kursi dalam Dewan Keamanan," ujar Duta Arab Saudi di PBB, Abdullah al-Mouallimi, seperti dikutip dari Reuters.
Bulan lalu, 193 anggota Majelis Umum PBB memilih Arab Saudi untuk duduk di kursi anggota tidak tetap DK PBB sejak 1 Januari 2014 mendatang. Masa keanggotaan ini berlaku selama dua tahun. Secara mengejutkan, satu hari setelah terpilih, Arab Saudi melayangkan sinyal penolakan.
Alasan Arab Saudi menolak duduk di kursi DK PBB adalah karena DK PBB dianggap gagal mengakhiri perang Suriah dan bertindak tidak konsisten pada isu-isu Timur Tengah lainnya.
Seorang diplomat Barat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, tampaknya Jordania telah sepakat untuk menggantikan Arab Saudi di DK PBB. Namun, kepastian ini masih harus menunggu persetujuan dari dua pertiga anggota Majelis Umum PBB.
(esn)