Demo ricuh di Kamboja, perempuan ditembak mati

Selasa, 12 November 2013 - 14:45 WIB
Demo ricuh di Kamboja,...
Demo ricuh di Kamboja, perempuan ditembak mati
A A A
Sindonews.com - Seorang perempuan ditembak mati, dan beberapa lainnya terluka saat para demonstran bentrok dengan polisi anti-huru hara di Ibukota Kamboja, Selasa (12/11/2013).

Para demonstran adalah buh garmen yang menuntut kelayakan kerja yang lebih baik. Bentrokan terjadi, ketika para buruh berbaris menuju rumah Perdana Menteri Hun Sen di Phonm Penh untuk menyampaikan tuntutan mereka.

”Ini adalah tindakan keras yang kejam oleh pemerintah,” sebut Am Sam Ath, aktivis lokal dari kelompok Lichado, di sebuah rumah sakit kota, di mana para demonstran yang terluka dirawat. Dia mengatakan, lima orang mengalami luka tembak dalam insiden itu.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan, bahwa pasukan keamanan telah menggunakan meriam air, untuk menghalau ulah para demonstran yang melempari batu dan membakar kendaraan polisi. Mereka belum mengkonfirmasi soal keraguan para aktivis terkait klaim polisi yang hanya menggunakan peluru karet dan gas air mata.

Korban tewas diketahui bernama Eng Sokhom, 49. ”Ibu saya ditembak di dada saat dia menjual nasi di pinggir jalan,” kata putri korban, Vong Voleak, kepada AFP.

Ratusan polisi anti-huru hara, yang kebanyakan bersenjata tongkat dan perisai, siaga di jalan-jalan ibukota, yang dipenuhi batu dan tabung gas air mata, setelah para demonstran membubarkan diri.

Serikat pekerja mengatakan, kekerasan meletus ketika polisi anti-huru hara mengadang lebih dari 1.000 pekerja dari SL Garment, milik Singapura.

”Kami pergi ke rumah perdana menteri untuk mencari dukungan agar dia melakukan intervensi guna meningkatkan kondisi kerja yang lebih di pabrik. Tapi pemerintah menggunakan senjata untuk menindak mereka,” kata Kong Athit , Wakil Pemimpin Pekerja Garmen dari Koalisi Uni Demokratik Kamboja, yang mengorganisir massa.
(mas)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
1 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
1 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
2 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
2 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
2 jam yang lalu
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved