Mesir pesimis dengan perundingan damai Palestina-Israel
Minggu, 10 November 2013 - 02:59 WIB
Mesir pesimis dengan perundingan damai Palestina-Israel
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy, mengatakan pada Sabtu (9/11/2013), bahwa ia memiliki perasaan “skeptis", bahwa perjanjian damai Israel-Palestina akan segera tercapai. Penyebabnya adalah rencana pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat.
Komentar ini dilontarkan Fahmy dalam sebuah wawancara dengan AFP, menjelang kunjungan Presiden Palestina Mahmud Abbas ke Kairo, Mesir. “Abbas pada dasarnya menerima kompromi bersejarah antara Palestina dan Israel, dan hanya meminta negara berbatasan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," kata Fahmi.
"Kami khawatir, bahkan saya akan menambahkan tingkat skeptis. Tapi, kami berkomitmen untuk mencoba untuk membantu sebanyak yang kami bisa," kata Fahmi. "Kegiatan pembangunan pemukiman terus berkembang dan juga akan ke jantung Tepi Barat," katanya.
Pada 1979, Mesir menjadi negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel sebagai imbalan untuk penarikan pasukan negara Yahudi itu dari Semenanjung Sinai, yang diduduki lima tahun sebelumnya.
Komentar ini dilontarkan Fahmy dalam sebuah wawancara dengan AFP, menjelang kunjungan Presiden Palestina Mahmud Abbas ke Kairo, Mesir. “Abbas pada dasarnya menerima kompromi bersejarah antara Palestina dan Israel, dan hanya meminta negara berbatasan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," kata Fahmi.
"Kami khawatir, bahkan saya akan menambahkan tingkat skeptis. Tapi, kami berkomitmen untuk mencoba untuk membantu sebanyak yang kami bisa," kata Fahmi. "Kegiatan pembangunan pemukiman terus berkembang dan juga akan ke jantung Tepi Barat," katanya.
Pada 1979, Mesir menjadi negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel sebagai imbalan untuk penarikan pasukan negara Yahudi itu dari Semenanjung Sinai, yang diduduki lima tahun sebelumnya.
(esn)