Rusia tak tahu Suriah sembunyikan stok senjata kimia
Sabtu, 09 November 2013 - 23:46 WIB
Rusia tak tahu Suriah sembunyikan stok senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia mengaku tidak memiliki informasi bahwa rezim Suriah menyembunyikan beberapa persenjataan kimia. Demikian dinyatakan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (9/11/2013).
"Selama lebih dari satu bulan misi gabungan PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah bekerja. Tugasnya adalah untuk mendukung otoritas Suriah melaksanakan kewajiban mereka menghancuran senjata kimia, kapasitas produksi, dan fasilitas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
Menurutnya, Moskow tidak memiliki fakta, bahwa Suriah telah menyembunyikan beberapa senjata. Demikian dilaporkan CNN baru-baru ini. Menurut diplomat itu, adalah hal "tidak masuk akal" untuk mengomentari laporan CNN.
Dia mengutip laporan terbaru dari OPCW yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB yang telah memuji pihak berwenang Suriah untuk bekerjasama dengan misi PBB – OPCW.
"Tuduhan pada Damaskus tidak dapat dianggap sebagai apapun, kecuali ekspresi ketidakpercayaan terhadap pekerjaan dari organisasi internasional terhormat," kata Lukashevich.
"Selama lebih dari satu bulan misi gabungan PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah bekerja. Tugasnya adalah untuk mendukung otoritas Suriah melaksanakan kewajiban mereka menghancuran senjata kimia, kapasitas produksi, dan fasilitas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich.
Menurutnya, Moskow tidak memiliki fakta, bahwa Suriah telah menyembunyikan beberapa senjata. Demikian dilaporkan CNN baru-baru ini. Menurut diplomat itu, adalah hal "tidak masuk akal" untuk mengomentari laporan CNN.
Dia mengutip laporan terbaru dari OPCW yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB yang telah memuji pihak berwenang Suriah untuk bekerjasama dengan misi PBB – OPCW.
"Tuduhan pada Damaskus tidak dapat dianggap sebagai apapun, kecuali ekspresi ketidakpercayaan terhadap pekerjaan dari organisasi internasional terhormat," kata Lukashevich.
(esn)