Gempur Aleppo, pasukan Suriah pakai taktik bumi hangus
Sabtu, 09 November 2013 - 12:55 WIB
Gempur Aleppo, pasukan Suriah pakai taktik bumi hangus
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Suriah di bawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad, melancarkan serangan besar-besaran di dekat bandara internasional di Aleppo. Pertempuran sengit pasukan Assad dengan pasukan pemberontak Suriah pecah sejak Jumat dini hari kemarin.
”Ada kampanye gila yang terjadi. Rezim (Assad) juga menggunakan kebijakan bumi hangus,” kata kelompok Obervatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada al-Jazeera, Sabtu (9/11/2013).
Menurut kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu, sebuah pesawat tempur menggempur wilayah di dekat bandara yang dikuasai pemberontak. ”Kami tidak melihat (serangan) itu datang. Serangan itu datang sebagai kejutan nyata bagi kita,” katanya.
Korban dilaporkan berjatuhan dari kedua kubu. ”Pasukan rezim telah membuat kemajuan di basis ini, dan kini menguasai sebagian besar wilayah itu. Kelompok-kelompok pemberontak (oposisi) dan kelompok eksterimis membawa bala bantuan,” lanjut Observatorium.
Di tempat lain, Observatorium melaporkan, bahwa pertempuran sedang berlangsung di sekitar gudang senjata utama, di dekat kota Mahsin pusat, di Provinsi Homs. Awal pekan ini, kelompok pemberontak berhasil menguasai sebagian dari gudang senjata itu.
Menurut catatan Observatorium, lebih dari 120 ribbu orang telah tewas dalam konflik di Suriah sejak Maret 2011. Sedangkan jutaan orang telantar dan melarikan diri ke luar negeri.
”Ada kampanye gila yang terjadi. Rezim (Assad) juga menggunakan kebijakan bumi hangus,” kata kelompok Obervatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada al-Jazeera, Sabtu (9/11/2013).
Menurut kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu, sebuah pesawat tempur menggempur wilayah di dekat bandara yang dikuasai pemberontak. ”Kami tidak melihat (serangan) itu datang. Serangan itu datang sebagai kejutan nyata bagi kita,” katanya.
Korban dilaporkan berjatuhan dari kedua kubu. ”Pasukan rezim telah membuat kemajuan di basis ini, dan kini menguasai sebagian besar wilayah itu. Kelompok-kelompok pemberontak (oposisi) dan kelompok eksterimis membawa bala bantuan,” lanjut Observatorium.
Di tempat lain, Observatorium melaporkan, bahwa pertempuran sedang berlangsung di sekitar gudang senjata utama, di dekat kota Mahsin pusat, di Provinsi Homs. Awal pekan ini, kelompok pemberontak berhasil menguasai sebagian dari gudang senjata itu.
Menurut catatan Observatorium, lebih dari 120 ribbu orang telah tewas dalam konflik di Suriah sejak Maret 2011. Sedangkan jutaan orang telantar dan melarikan diri ke luar negeri.
(mas)