AS curiga Suriah hendak sembunyikan senjata kimia

Rabu, 06 November 2013 - 13:58 WIB
AS curiga Suriah hendak...
AS curiga Suriah hendak sembunyikan senjata kimia
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) merasa skeptis, bahwa Pemerintah Suriah benar-benar mematuhi deklarasi PBB untuk memusnahkan semua senjata kimia yang dimiliki. Perasaan itu muncul, setelah ada laporan dari intelijen yang menduga Pemerintah Suriah menyembunyikan beberapa senjata kimia.

Pemerintah Suriah di bawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad telah sepakat dengan usulan AS dan Rusia, bahwa mulai September program dan fasilitas pembuat senjata kimia Suriah mulai dihancurkan. Sedangkan semua senjata kimia menyusul dihancurkan hingga pertengahan 2014.

Kesepakatan itu untuk mencegah ancaman agresi militer AS terhadap Suriah, usai serangan senjata kimia di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013, yang telah menewaskan ratusan orang.

”Kami masih mengkaji dokumen itu (laporan intelijen). Kami jelas merasa skeptisis, karena tahun ini berusan dengan rezim (Assad), juga ada kebingungan dalam konteks lain. Tentu saja banyak yang rusak dalam perjanjian (kesepakatan pemusnahan senjata kimia), dalam konteks perang saat ini.” Kata Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/11/2013).

Dia mengapresiasi, bahwa pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad sejauh ini bekerja sama dengan OPCW dan PBB dalam inspeksi semua situs senjata kimia di Suriah. OPCW mengatakan, dari 23 situs senjata kimia, sebanyak 21 situs sudah diinspeksi.

Sedangkan dua situs tidak bisa diinspeksi, karena terlalu rawan, di mana lokasi dua situs itu menjadi medan perang antara pasukan pemberontak dan pasukan Assad.

”Anda pasti akan mendengar dari kami, bahwa kita mendeteksi adanya ketidakpatuhan atau kami mendeteksi perbedaan signifikan dari mereka (rezim Assad) terhadap deklarasi,” lanjut Samantha.

Seorang pejabat AS, berbicara kepada Reuters, dengan kondisi anonimitas bahwa intelijen AS menemukan indikasi Pemerintah Suriah berniat menyembunyikan beberapa cadangan senjata kimia mereka. "Perkembangan ini tidak mengherankan. Pada titik ini, indikasi itu belum menciderai proses diplomasi,” ujar pejabat itu.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
36 menit yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
1 jam yang lalu
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
1 jam yang lalu
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
1 jam yang lalu
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
3 jam yang lalu
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved