2.000 pria Yaman nikah massal bawa pedang, bukan istri

Jum'at, 01 November 2013 - 16:32 WIB
2.000 pria Yaman nikah...
2.000 pria Yaman nikah massal bawa pedang, bukan istri
A A A
Sindonews.com – Ada yang unik dengan tradisi pernikahan massal yang diikuti 2.000 pria di Yaman. Ribuan calon pengantin pria itu, membawa pedang, bukan perempuan yang dipersuntingnya.

Pernikahan massal yang dicatat Guinness Book Of World Records itu, berlangsung di Ibukota Yaman Sana'a, kemarin. Sponsornya adalah sebuah badan amal yang membantu pasangan miskin yang tidak memiliki biaya untuk menikah.

Dalam tradisi pernikahan di Yaman, pasangan pengantin biasanya baru bertemu pada malam harinya. Setidaknya dana sekitar 5 juta poundsterling dikeluarkan mantan Emir Qatar, Sheik Hamad bin Khalifa Al Thani, sebagai donator yayasan amal tersebut.

Perwakilan dari Guinness Book of World Records, mengatakan, upacara nikah massa komunal itu merupakan yang terbesar di dunia.

Para pengantin pria, lega setelah ada yayasan amal yang membantu mendanai pernikahan mereka. Maklum, dalam tradisi pernikahan di Yaman, calon pengantin pria wajib membayar mahar atau maskawin sekitar 3 ribu poundsterling.

Para calon pengantin pria memilih mengenakan jubah tradisional, dengan syal yang melilit kepala, dan tidak lupa membawa pedang warna emas panjang yang melengkung. ”Untuk saat ini, beberapa pernikahan massal telah digelar, tapi ini adalah yang terbesar untuk anak yatim di seluruh dunia,” kata Khatab Al - Hemyari, humas yayasan amal itu, kepada Yaman Times.

Ahmed Mohammed Al - Sedra, mempelai pria 28 tahun yang berpartisipasi dalam pernikahan massal, berujar; “Saya tidak bisa menikah karena ayah saya meninggal 12 tahun lalu, dan saya tidak memiliki sumber pendapatan karena saya bekerja di sektor konstruksi dan menerima upah harian rendah.”

”Saya sudah mendaftar di yayasan dua tahun yang lalu dan mereka meminta bukti bahwa saya tidak pernah menikah sebelumnya atau bukti saya tidak punya keluarga,” imbuh Al - Sedra, yang diberi uang 430 poundsterling menggelar upacara pernikahan dan membeli pakaian adat.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
6 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved