Kelaparan, rakyat Suriah makan rumput

Rabu, 30 Oktober 2013 - 11:35 WIB
Kelaparan, rakyat Suriah...
Kelaparan, rakyat Suriah makan rumput
A A A
Sindonews.com – Ribuan orang telah eksodus dari Damaskus, setelah mereka berhasil keluar dari wilayah yang dilanda perang antara pasukan Presiden Bashar al-Assad dengan pasukan pemberontak Suriah.

Namun, para relawan Bulan Sabit Merah Suriah, mengatakan masih banyak warga yang ketakutan untuk meninggalkan kota itu, karena khawatir menjadi korban perang. Mereka yang terjebak di medan perang, dilaporkan memakan rumput untuk bertahan hidup, karena krisis pangan.

Setidaknya tiga wilayah di pinggiran Kota Damaskus telah dikepung pasukan Assad selama berbulan-bulan. Ribuan warga sipil bisa keluar dari wilayah itu, melalui proses negosiasi yang dilakukan relawan terhadap pasukan Suriah dan pasukan pemberontak.

Ratusan wanita dan anak-anak menghabiskan malam terakhir mereka di tempat penampungan yang dikelola pemerintah, di Damaskus. Para relawan Bulan Sabit Merah Suriah, mengatakan kepada wartawan, bahwa banyak keluarga sedih karena tidak punya kerabat yang dituju setelah rumah mereka hancur akibat perang.

BBC pada Rabu (30/10/2013), melaporkan, gelombang eksodus terjadi di wilayah Moadamiya, kemarin. Beberapa orang meninggalkan kota itu dengan ditandu. Kebanyakan dari mereka menangis karena tertekan situsi perang.

”Kami tidak melihat sepotong roti selama sembilan bulan,” kata seorang perempuan yang meninggalkan Moadamiya. ”Kami makan daun dan rumput,” katanya lagi.

Seorang gadis kecil dengan gaun merah muda menunjukkan tangannya gemetar karena lapar. ”Kami semua sakit,” ucapnya. Gadis kecil itu bersama adiknya mencengkeram erat roti yang dibagikan relawan Bulan Sabit Merah Suriah.

Sekitar 20 bus sedang menunggu di pintu masuk Moadamiya. Bus-bus itulah yang akan membawa para warga menuju tempat penampungan sementara milik Pemerintah Suriah

Kinda al- Shamamat, Menteri Suriah untuk Urusan Sosial, mengatakan siapa pun yang tinggal di belakang adalah musuh. ”Di dalam al-Moadamiya ada kelompok bersenjata. Mereka adalah teroris. Sekarang kita mengambil warga sipil ke tempat-tempat aman. Kemudian orang-orang (tidak ikut) bukan tanggung jawab kami, mereka adalah teroris,” kata Shamamat.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
13 menit yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
1 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
2 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
4 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved