Di Suriah, 23 situs simpan 1.300 ton senjata kimia

Selasa, 29 Oktober 2013 - 16:55 WIB
Di Suriah, 23 situs...
Di Suriah, 23 situs simpan 1.300 ton senjata kimia
A A A
Sindonews.com – Batas waktu yang diberikan inspektur senjata internasional, termasuk di dalamnya Organisasi Anti-Senjata Kimia (OPCW), di Suriah telah habis sejak 27 Oktober 2013. Dari 23 situs, mereka hanya mampu menginspeksi 21 situs senjata kimia Suriah.

Dua situs senjata kimia Suriah tidak berhasil dijangkau, karena nyawa mereka terancam. Di mana di dua situs itu perang berkecamuk antara pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad dengan pasukan pemberontak Suriah.

Kepala pengawas senjata kimia internasional, Ahmet Uzumcu, mengungkap dalam sebuah laporan yang diperoleh The Associated Press. Isi laporan itu, bahwa Suriah telah menyatakan memiliki 41 fasilitas senjata kimia di 23 situs. Di mana di 23 situs senjata kimia tersebut, tersimpan 1.300 ton prekursor dan bahan senjata kimia. Bahkan, lebih dari 1.200 amunisi telah terisi bahan kimia.

OPCW sendiri mengakui tidak berani untuk menjangkau dua situs senjata kimia Suriah yang tersisa, sampai waktu yang diberikan habis. ”Dua situs yang tersisa belum dikunjungi karena alasan keamanan,” bunyi pernyataan OPCW, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/10/2013).

OPCW tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab untuk masalah keamanan yang semestinya melindungi misi mereka. Tapi, Uzumcu telah mengatakan sebelumnya, bahwa gencatan senjata antara pasukan Assad dan pasukan pemberontak harus dinegosiasikan untuk mendukung kerja inspektur.

Kedua situs yang tidak terjamah OPCW, diduga diperebutkan pasukan Assad dan pasukan pemberontak Suriah. Salah satu situs yang tidak berani dijamah OPCW itu diduga situs yang berada di kota al-Safira. Menurut para ahli, di situs itulah produksi serta penyimpanan senjata kimia dilakukan. Namun, perang terus berkecamuk di wilayah itu, yang membuat OPCW tidak bernyali untuk mendekatinya.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengatakan dalam sebuah surat tujuh halaman kepada Dewan Keamanan. ”PBB terus meninjau keamanan di dua lokasi (situs senjata kimia), dengan tujuan, agar OPCW-PBB bisa menginspeksi kedua situs itu segera, setelah kondisi memungkinkan,” ujar Ki-moon.

Sesuai kesepakatan yang digagas Amerika Serikat dan Rusia bulan lalu, semua senjata kimia harus dimusnahkan hingga pertengahan 2014. Ki-moon berharap, penghancuran senjata kimia bisa rampung tepat waktu. ”Dengan kemungkinan pengecualian dari dua situs itu,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
41 menit yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
1 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
3 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
4 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved