Pemuda Saudi dilarang bertempur di Suriah
Selasa, 29 Oktober 2013 - 11:55 WIB
Pemuda Saudi dilarang bertempur di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Mufti Arab Saudi, yang merupakan otoritas keagamaan tertinggi di negara itu, telah melarang setiap pemuda Arab Saudi untuk ikut bertempur melawan rezim Pemerintah Bashar al-Assad di Suriah.
Larangan Mufti Arab Saudi itu kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah setempat yang terang-terangan mendukung pemberontak untuk menggulingkan Presiden Assad.
Larangan yang dikeluarkan Mufti Arab Saudi itu bukan tanpa alasan. Mereka khawatir, jika pemuda Arab Saudi ikut memerangi Assad di Suriah, para militan pro-Assad bisa membalas dengan menyerang Kerajaan Arab Saudi.
”Ini semua salah, itu tidak wajib (ikut perang di Suriah),” kata Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/10/2013). Kendati demikian, dia tidak memungkiri ada sejumlah pria Arab Saudi yang terlibat perang sipil di Suriah yang telah memasuki tahun ketiga itu.
Dia khawatir para pemuda Arab Saudi terjebak dalam permusuhan faksi Syiah dan Sunni yang meruncing di Suriah. ”Ini adalah faksi yang bermusuhan dan satu faksi tidak harus pergi ke sana. Saya
tidak menyarankan orang untuk pergi ke sana. Pergi ke medan tanpa pengalaman, sama saja Anda menjadi beban bagi mereka. Apa yang mereka inginkan dari Anda adalah doa Anda,” ujar Mufti Arab Saudi itu.
Sebuah sumber di Teluk, mengatakan, pada September 2012, ribuan warga Saudi telah berusaha untuk bergabung dengan pemberontak Suriah. Namun, tidak diketahui tentang hasilnya.
Mufti, merupakan kepala keagamaan yang ditunjuk Raja Arab Saudi. Mufti di sana juga memperingatkan kepada para penceramah untuk melarang para pemuda Arab Saudi berperang di Suriah.
”Muslim harus takut kepada Tuhan dan tidak menipu pemuda Muslim dan mengeksploitasi kelemahan mereka ke dalam jurang pertempuran tanpa bekal wawasan,” bunyi pernyataan Mufti yang dikutip surat kabar Arab Saudi, al-Hayat.
Larangan Mufti Arab Saudi itu kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah setempat yang terang-terangan mendukung pemberontak untuk menggulingkan Presiden Assad.
Larangan yang dikeluarkan Mufti Arab Saudi itu bukan tanpa alasan. Mereka khawatir, jika pemuda Arab Saudi ikut memerangi Assad di Suriah, para militan pro-Assad bisa membalas dengan menyerang Kerajaan Arab Saudi.
”Ini semua salah, itu tidak wajib (ikut perang di Suriah),” kata Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/10/2013). Kendati demikian, dia tidak memungkiri ada sejumlah pria Arab Saudi yang terlibat perang sipil di Suriah yang telah memasuki tahun ketiga itu.
Dia khawatir para pemuda Arab Saudi terjebak dalam permusuhan faksi Syiah dan Sunni yang meruncing di Suriah. ”Ini adalah faksi yang bermusuhan dan satu faksi tidak harus pergi ke sana. Saya
tidak menyarankan orang untuk pergi ke sana. Pergi ke medan tanpa pengalaman, sama saja Anda menjadi beban bagi mereka. Apa yang mereka inginkan dari Anda adalah doa Anda,” ujar Mufti Arab Saudi itu.
Sebuah sumber di Teluk, mengatakan, pada September 2012, ribuan warga Saudi telah berusaha untuk bergabung dengan pemberontak Suriah. Namun, tidak diketahui tentang hasilnya.
Mufti, merupakan kepala keagamaan yang ditunjuk Raja Arab Saudi. Mufti di sana juga memperingatkan kepada para penceramah untuk melarang para pemuda Arab Saudi berperang di Suriah.
”Muslim harus takut kepada Tuhan dan tidak menipu pemuda Muslim dan mengeksploitasi kelemahan mereka ke dalam jurang pertempuran tanpa bekal wawasan,” bunyi pernyataan Mufti yang dikutip surat kabar Arab Saudi, al-Hayat.
(mas)