Ancaman pemberontak Suriah keterlaluan

Senin, 28 Oktober 2013 - 17:05 WIB
Ancaman pemberontak...
Ancaman pemberontak Suriah keterlaluan
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia berang dengan ancaman 19 kelompok pemberontak bersenjata terhadap siapa pun yang berunding dengan rezim Pemerintah Bashar al-Assad di Jenewa. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyebut ancaman dari mereka sudah keterlaluan.

Sebelumnya, 19 kelompok pemberontak bersenjata itu, menyebut siapa pun yang berangkat untuk berunding dengan rezim Assad pada Konferensi Jenewa II untuk Suriah November nanti, akan dicap pengkhianat. Mereka mengancam, siapa pun yang hadir dalam Konferensi Jenewa II akan diadili oleh mereka.

”Menyakitkan hati, bahwa beberapa ekstremis ini, organisasi teroris yang melawan pasukan pemerintah di Suriah mulai membuat ancaman,” kata Lavrov, yang disiarkan stasiun televisi Rusia, pada Senin (28/10/2013).

”Ancaman diarahkan pada orang-orang yang memiliki keberanian untuk menghadiri Konferensi Jenewa II yang difasilitasi Rusia dan Amerika Serikat dengan dukungan seluruh dunia,” lanjut Lavrov.

Lavrov mengatakan ancaman para komandan Islam garis keras di Suriah mengisyaratkan,”Bahwa kantor perwakilan diplomatik Rusia dan diplomat di luar negeri akan menjadi sasaran yang sah, termasuk pembunuhan dan serangan lainnya.”

”Ini semua keterlaluan dan tidak bisa diterima. Dan semua ini, pada akhirnya bertumpu pada hati nurani mereka yang membiayai dan mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi itu,” lanjut dia.

Sebelumnya, 19 kelompok pemberontak Suriah bersenjata menolak berunding dengan rezim Assad pada Konferensi Jenewa II. Mereka mengatakan, bernegosiasi dengan Pemerintah Assad adalah tindakan pengkhianatan.

”Kami mengumumkan, bahwa Konferensi Jenewa II tidak ada, dan tidak akan pernah menjadi pilihan rakyat kita, atau permintaan revolusi kita,” bunyi pernyataan 19 oposisi Suriah yang dibacakan Kepala Brigade al-Sham, Ahmad Eissa al-Sheikh.

Mereka memperingatkan, siapa saja yang menghadiri pembicaraan tersebut, akan dicap sebagai pengkhianat. ”Dan harus menjawab itu di pengadilan kita,” imbuh el-Sheikh.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
2 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
3 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
5 jam yang lalu
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved