19 oposisi tolak berunding, konflik Suriah kian memanas
Senin, 28 Oktober 2013 - 11:09 WIB
19 oposisi tolak berunding, konflik Suriah kian memanas
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 19 kelompok oposisi Suriah menolak berunding dengan rezim Pemerintah Bashar al-Assad pada Konferensi Jenewa II. Penolakan untuk berunding dari kubu oposisi itu, dipastikan membuat konflik di Suriah kian mamanas.
Kelompok oposisi mengatakan, bernegosiasi dengan Pemerintah Presiden Bashar al – Assad adalah tindakan pengkhianatan. Pernyataan penolakan berunding dari kelompok oposisi itu muncul kemarin, di tengah situasi perang yang berkecamuk di pusat kota Homs.
Penolakan dari kubu oposisi itu, membuat Konferensi Jenewa II yang direncanakan digelar 23 November 2013 terancam batal. Kubu oposisi juga tidak suka, Iran dilibatkan dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik Suriah. Seperti diketahui, Iran selama ini menjadi sekutu kuat Pemerintah Assad.
”Kami mengumumkan, bahwa Konferensi Jenewa II tidak ada, dan tidak akan pernah menjadi pilihan rakyat kita, atau permintaan revolusi kita,” bunyi pernyataan 19 oposisi Suriah yang dibacakan Kepala Brigade al-Sham, Ahmad Eissa al-Sheikh, dalam video yang diposting online, kemarin, seperti dikutip al-Jazeera.
”Kami menganggap itu hanya salah satu bagian dari konspirasi untuk membuang revolusi kita keluar jalur dan menggugurkannya,” lanjut bunyi pernyataan mereka. Mereka memperingatkan, siapa saja yang menghadiri pembicaraan tersebut, akan dicap sebagai pengkhianat. ”Dan harus menjawab itu di pengadilan kita,” imbuh el-Sheikh.
Kelompok oposisi mengatakan, bernegosiasi dengan Pemerintah Presiden Bashar al – Assad adalah tindakan pengkhianatan. Pernyataan penolakan berunding dari kelompok oposisi itu muncul kemarin, di tengah situasi perang yang berkecamuk di pusat kota Homs.
Penolakan dari kubu oposisi itu, membuat Konferensi Jenewa II yang direncanakan digelar 23 November 2013 terancam batal. Kubu oposisi juga tidak suka, Iran dilibatkan dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik Suriah. Seperti diketahui, Iran selama ini menjadi sekutu kuat Pemerintah Assad.
”Kami mengumumkan, bahwa Konferensi Jenewa II tidak ada, dan tidak akan pernah menjadi pilihan rakyat kita, atau permintaan revolusi kita,” bunyi pernyataan 19 oposisi Suriah yang dibacakan Kepala Brigade al-Sham, Ahmad Eissa al-Sheikh, dalam video yang diposting online, kemarin, seperti dikutip al-Jazeera.
”Kami menganggap itu hanya salah satu bagian dari konspirasi untuk membuang revolusi kita keluar jalur dan menggugurkannya,” lanjut bunyi pernyataan mereka. Mereka memperingatkan, siapa saja yang menghadiri pembicaraan tersebut, akan dicap sebagai pengkhianat. ”Dan harus menjawab itu di pengadilan kita,” imbuh el-Sheikh.
(mas)