NSA: Obama tidak tahu soal penyadapan Merkel

Senin, 28 Oktober 2013 - 02:27 WIB
NSA: Obama tidak tahu...
NSA: Obama tidak tahu soal penyadapan Merkel
A A A
Sindonews.com – Badan intelijen Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA), membantah laporan media Jerman pada Minggu (27/10/2013), yang menyatakan Presiden Barack Obama secara pribadi telah diberitahu oleh NSA tentang penyadapan ponsel pribadi Kanselir Jerman, Angela Merkel.

“Kepala Umum NSA, Keith Alexander, tidak berdiskusi dengan Presiden Obama pada tahun 2010 soal operasi intelijen asing yang diduga melibatkan Kanselir Jerman, Angela Merkel, atau orang yang pernah membahas operasi yang diduga melibatkan Kanselir Merkel," kata Juru Bicara NSA, Vines Vanee, seperti dikutip dari AFP.

Menurutnya, laporan itu mengklaim hal yang tidak benar. Sementara Gedung Putih mengatakan, pihaknya tidak memonitor panggilan telepon Merkel dan tidak akan melakukannya di masa depan. Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan, apakah penyadapan pernah dilakukan sebelumnya.

Sebelumnya, harian Jerman, Bild am Sonntag, mengutip sumber-sumber intelijen AS yang mengatakan, bahwa Kepala National Security Agency (NSA), Keith Alexander telah memberitahu Obama soal operasi penyadapan Merkel pada tahun 2010.

"Obama tidak menghentikan operasi ini, melainkan membiarkannya terus berjalan," surat laporan Bild am Sonntag, mengutip seorang pejabat tingkat tinggi NSA .

Sementara harian Jerman lainnya, Der Spiegel, melaporkan, dokumen NSA yang bocor menunjukkan telepon Merkel telah muncul pada daftar target mata-mata AS sejak tahun 2002 dan masih berada di bawah pengawasan, satu pekan sebelum Obama mengunjungi Berlin pada akhir Juni silam.

Merkel sendiri sangat marah dengan tindakan NSA ini. Menurutnya, tak sepatutnya AS melakukan tindakan mata-mata terhadap sekutu dekat. Selain itu, sejumlah pemimpin Eropa lainnya.
(esn)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
4 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
5 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
6 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved