Ngamuk, demonstran Brazil serang terminal & bakar bus
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 12:23 WIB
Ngamuk, demonstran Brazil serang terminal & bakar bus
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan demonstran di Brazil mengamuk semalam. Mereka menyerang terminal di Kota Sao Paulo, dan membakar sejumlah bus.
Polisi anti-huru hara membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Polisi juga menangkap setidaknya enam demonstran.
Para demonstran menuntut transportasi umum digratiskan. Biaya transportasi yang tinggi, sebenarnya telah memicu protes di Sao Paulo sejak Juni 2013 dan sempat meluas hingga di seluruh Brazil.
Bentrokan terjadi saat Presiden Dilma Rousseff mengumumkan rencana untuk menaikkan anggaran untuk meningkatkan pelayanan transportasi umum di kota.
Demonstrasi yang berujung ricuh itu, bermula dari sejumlah massa yang berkumpul di kota selama tiga jam. ”Kekerasan meletus ketika sebuah bagian dari massa menyerang sebuah terminal bus di pusat kota,” kata seorang polisi, seperti dilaporkan koran Brazil, O Globo, Sabtu (26/10/2013).
Demonstran yang didominasi massa bertopeng, menurut polisi merupakan anggota dari kelompok anarkis Blok Hitam. Kelompok itulah yang dituduh mengatur serangan di terminal bus.
Media Brazil itu, menyebut seorang kolonel polisi dipukul demonstran dengan batu, tapi berhasil diselamatkan beberapa polisi lainnya. Saat pasukan kepolisian mulai bergerak, para demonstran melarikan diri.
Kemarin, Presiden Dilma Rousseff mengumumkan, anggaran untuk pelayanan transportasi umum akan ditingkatkan, sekitar USD2,4 miliar. Dana itu akan diinvestasikan dalam jalur kereta api perkotaan dan perluasan kereta bawah tanah.
Polisi anti-huru hara membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Polisi juga menangkap setidaknya enam demonstran.
Para demonstran menuntut transportasi umum digratiskan. Biaya transportasi yang tinggi, sebenarnya telah memicu protes di Sao Paulo sejak Juni 2013 dan sempat meluas hingga di seluruh Brazil.
Bentrokan terjadi saat Presiden Dilma Rousseff mengumumkan rencana untuk menaikkan anggaran untuk meningkatkan pelayanan transportasi umum di kota.
Demonstrasi yang berujung ricuh itu, bermula dari sejumlah massa yang berkumpul di kota selama tiga jam. ”Kekerasan meletus ketika sebuah bagian dari massa menyerang sebuah terminal bus di pusat kota,” kata seorang polisi, seperti dilaporkan koran Brazil, O Globo, Sabtu (26/10/2013).
Demonstran yang didominasi massa bertopeng, menurut polisi merupakan anggota dari kelompok anarkis Blok Hitam. Kelompok itulah yang dituduh mengatur serangan di terminal bus.
Media Brazil itu, menyebut seorang kolonel polisi dipukul demonstran dengan batu, tapi berhasil diselamatkan beberapa polisi lainnya. Saat pasukan kepolisian mulai bergerak, para demonstran melarikan diri.
Kemarin, Presiden Dilma Rousseff mengumumkan, anggaran untuk pelayanan transportasi umum akan ditingkatkan, sekitar USD2,4 miliar. Dana itu akan diinvestasikan dalam jalur kereta api perkotaan dan perluasan kereta bawah tanah.
(mas)