Lagi, rezim Assad bebaskan 62 sandera wanita
Kamis, 24 Oktober 2013 - 15:29 WIB
Lagi, rezim Assad bebaskan 62 sandera wanita
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad kembali membebaskan para sandera perempuan, pada Kamis (24/10/2013). Setelah Selasa (22/10/2013) lalu rezim Assad membebaskan 14 sandera perempuan, kali ini mereka telah membebaskan 62 sandera perempuan.
Sumber di Pemerintah Suriah mengatakan, para sandera perempuan itu dibebaskan dalam jeda hari yang tak berselang lama. Belum ada komentar resmi dari pejabat Pemerintah Suriah, terkait pembebasan puluhan sandera perempuan itu.
Sebelum pihak rezim Assad membebaskan para tahanan perempuan itu, kubu pemberontak Suriah, telah lebih dulu membebaskan sembilan sandera asal kaum Syiah Libanon yang telah ditahan selama 17 bulan. Para sandera itu ditukar dengan pembebasan dua pilot Turki yang ditahan di Libanon sejak Agustus 2013 lalu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, pembebasan para sandera baik oleh rezim Assad maupun oleh pemberontak Suriah adalah bagian dari pertukaran sandera yang dimediatori Qatar, otoritas Palestina, Libanon dan Turki.
”Para pejabat Libanon mengatakan sepertiga dari kesepakatan tersebut, adalah menyerukan kepada Pemerintah Suriah untuk membebaskan sejumlah tahanan perempuan guna memenuhi tuntutan pemberontak,” tulis Fox News, mengutip pihak Observatorium
Sumber di Pemerintah Suriah mengatakan, para sandera perempuan itu dibebaskan dalam jeda hari yang tak berselang lama. Belum ada komentar resmi dari pejabat Pemerintah Suriah, terkait pembebasan puluhan sandera perempuan itu.
Sebelum pihak rezim Assad membebaskan para tahanan perempuan itu, kubu pemberontak Suriah, telah lebih dulu membebaskan sembilan sandera asal kaum Syiah Libanon yang telah ditahan selama 17 bulan. Para sandera itu ditukar dengan pembebasan dua pilot Turki yang ditahan di Libanon sejak Agustus 2013 lalu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, pembebasan para sandera baik oleh rezim Assad maupun oleh pemberontak Suriah adalah bagian dari pertukaran sandera yang dimediatori Qatar, otoritas Palestina, Libanon dan Turki.
”Para pejabat Libanon mengatakan sepertiga dari kesepakatan tersebut, adalah menyerukan kepada Pemerintah Suriah untuk membebaskan sejumlah tahanan perempuan guna memenuhi tuntutan pemberontak,” tulis Fox News, mengutip pihak Observatorium
(mas)