Anggap berstandar ganda, Saudi tolak kursi DK PBB

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 17:00 WIB
Anggap berstandar ganda,...
Anggap berstandar ganda, Saudi tolak kursi DK PBB
A A A
Sindonews.com- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, pada Jumat (18/10/2013), menyatakan tidak akan mengambil posisi kursi Dewan Keamanan PBB yang digilir tersebut. Alasannya, mereka menganggap kebijakan DK PBB menerapkan standar ganda dalam mengatasi konflik di berbagai negara.

Kritik keras Arab Saudi untuk DK PBB itu merupakan yang kedua kali. Mereka menilai DK PBB tidak berdaya untuk menghentikan perang sipil di Suriah yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.

”Kerajaan ini melihat bahwa mekanisme, metode dan kerja Dewan Keamanan berstandar ganda dalam menjalankan tugasnya menjaga perdamaian dunia,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang disiarkan kantor berita negara SPA.

Sebelumnya, Arab Saudi, bersama dengan Chad dan Nigeria terpilih untuk menduduki kursi DK PBB untuk periode dua tahun. Negara-negara tersebut terpilih melalui forum Majelis Umum PBB pada Kamis kemarin.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, mengatakan, mereka tidak akan mengambil kursi DK PBB, sampai kebijakan DK PBB direformasi. Arab Saudi yang merupakan sekutu AS, telah marah atas kegagalan DK PBB dalam membantu oposisi Suriah yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Arab Saudi juga marah, karena DK PBB tak berdaya untuk membantu Palestina dalam mengakhiri pendudukan Israel selama lebih dari empat dekade.

Selama ini kebijakan DK PBB terpecah, terutama dalam mengatasi konflik di Suriah. Di mana Rusia dan China selalu memveto resolusi yang diusung negara-negara Barat untuk menghukum rezim Assad. Arab Saudi selama ini mendukung perjuangan oposisi atau pemberontak untuk menggulingkan rezim Assad.

Awal bulan ini, menteri luar negeri Arab Saudi telah membatalkan kehadirannya untuk pidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, karena kecewa dengan DK PBB yang lamban dalam mengatasi krisis Suriah dan Palestina.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
21 menit yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
11 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved