Bom mobil hantam sarang pemberontak Suriah, 22 tewas
Senin, 14 Oktober 2013 - 17:08 WIB
Bom mobil hantam sarang pemberontak Suriah, 22 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom mobil menghantam wilayah yang menjadi sarang para pemberontak Suriah, di Provinsi Idib. Data sementara, 22 orang tewas, dan banyak warga lainnya terluka.
Bom mobil meledak di alun-alun di Darkoush, sebuah kota yang dikuasai pemberontak. Lokasi itu berada di Provinsi Idlib, sekitar dua kilometer dari perbatasan Turki. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kemungkina jumlah korban bisa bertambah, karena banyak orang yang mengalami luka serius.
Mengutip laporan Reuters, Senin (14/10/2013), sebuah video yang di-posting para aktivis yang berbasis di London, itu menunjukkan detik-detik setelah ledakan. Dalam video itu, satu mobil terbakar. Kemudian, video yang kedua menunjukkan, warga membawa jenazah dengan tandu darurat. Sedangkan bangunan di lokasi ledakan tampak hancur.
Serangan bom mobil itu terjadi, setelah enam anggota Palang Merah Internasional dan seorang anggota Bulan Sabit Merah Suriah diculik di Suriah. Juru bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Ewan Watson, kepada radio Swiss, menyerukan pembebasan ketujuh orang yang diculik itu. Karena misi kemanusiaan mereka netral, yakni hanya untuk menolong warga Suriah yang terisolasi akibat perang antara kubu pemberontak bersenjata dengan pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
”Enam anggota staf ICRC dan salah satu anggota Bulan Sabit Merah Suriah telah diculik di Idlib, di barat laut Suriah,” kata Watson. ”Kami tidak tahu siapa yang membawa mereka. Itu orang bersenjata tak dikenal.”
Magne Barth, kepala delegasi ICRC di Suriah, telah menyerukan pembebasan segera para anggota ICRC yang diculik. ”Baik ICRC dan pekerja Bulan Sabit Merah Suriah telah tanpa lelah untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang paling membutuhkan di seluruh Suriah. Insiden seperti ini berpotensi melemahkan kemampuan kita untuk membantu mereka yang paling membutuhkan,” ujar Barth.
Tim telah melakukan perjalanan ke Idlib pada 10 Oktober 2013 untuk memantau kondisi medis rakyat Suriah. Selain ke Idib, mereka juga mendatangi Kota Sarmin. Setiap konvoi di Damaskus, mereka menggunakan identitas jelas, yakni lambang ICRC.
Bom mobil meledak di alun-alun di Darkoush, sebuah kota yang dikuasai pemberontak. Lokasi itu berada di Provinsi Idlib, sekitar dua kilometer dari perbatasan Turki. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kemungkina jumlah korban bisa bertambah, karena banyak orang yang mengalami luka serius.
Mengutip laporan Reuters, Senin (14/10/2013), sebuah video yang di-posting para aktivis yang berbasis di London, itu menunjukkan detik-detik setelah ledakan. Dalam video itu, satu mobil terbakar. Kemudian, video yang kedua menunjukkan, warga membawa jenazah dengan tandu darurat. Sedangkan bangunan di lokasi ledakan tampak hancur.
Serangan bom mobil itu terjadi, setelah enam anggota Palang Merah Internasional dan seorang anggota Bulan Sabit Merah Suriah diculik di Suriah. Juru bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Ewan Watson, kepada radio Swiss, menyerukan pembebasan ketujuh orang yang diculik itu. Karena misi kemanusiaan mereka netral, yakni hanya untuk menolong warga Suriah yang terisolasi akibat perang antara kubu pemberontak bersenjata dengan pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
”Enam anggota staf ICRC dan salah satu anggota Bulan Sabit Merah Suriah telah diculik di Idlib, di barat laut Suriah,” kata Watson. ”Kami tidak tahu siapa yang membawa mereka. Itu orang bersenjata tak dikenal.”
Magne Barth, kepala delegasi ICRC di Suriah, telah menyerukan pembebasan segera para anggota ICRC yang diculik. ”Baik ICRC dan pekerja Bulan Sabit Merah Suriah telah tanpa lelah untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang paling membutuhkan di seluruh Suriah. Insiden seperti ini berpotensi melemahkan kemampuan kita untuk membantu mereka yang paling membutuhkan,” ujar Barth.
Tim telah melakukan perjalanan ke Idlib pada 10 Oktober 2013 untuk memantau kondisi medis rakyat Suriah. Selain ke Idib, mereka juga mendatangi Kota Sarmin. Setiap konvoi di Damaskus, mereka menggunakan identitas jelas, yakni lambang ICRC.
(mas)