Dikhianati, Presiden Ekuador ancam mundur

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 13:46 WIB
Dikhianati, Presiden...
Dikhianati, Presiden Ekuador ancam mundur
A A A
Sindonews.com - Presiden Ekuador, Rafael Correa, mengatakan ia akan mengundurkan diri jika Majelis Nasional melakukan dekriminalisasi aborsi sebagai bagian dari reformasi KUHP. Correa yang jabatannya akan berakhir pada 2017 nanti, merasa dikhianati teman-teman politiknya.

Correa selama ini menggambarkan dirinya sebagai sosok politisi sayap kiri, humanis dan seorang Katolik Roma yang taat. Dia mengatakan anggota dari aliansi pemerintahannya berkhianat dengan ikut mendukung reformasi itu.

”Mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Saya tidak akan pernah menyetujui dekriminalisasi aborsi,” ucapnya, seperti BBC, Sabtu (12/10/2013. Correa menuduh banyak anggota partai mengatur tentang pengkhianatan terhadap dirinya dan mencoba untuk melakukan agenda reformasi secara diam-diam.

”Pengkhianatan dari teman-teman sendiri lebih dari cukup, ketimbang tindakan dari musuh saya,” ujarnya. ”Jika tindakan-tindakan pengkhianatan dan ketidaksetiaan sudah muncul, saya akan mengajukan pengunduran diri saya,” kata Correa.

Correa, adalah seorang ekonom hasil dididikan di Amerika Serikat. Dia meraih kekuasaan awal pada tahun 2007. Kemudian, dia terpilih kembali.

Dia juga dianggap sebagai generasi baru pemimpin sayap kiri yang berkuasa di Amerika Latin dalam 15 tahun terakhir, setelah Presiden Venezuela, Hugo Chavez, meninggal. Correa pernah mengecam praktik imperialisme Amerika Serikat yang dilakukan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Pada Agustus 2012, dia memberikan suaka untuk Assange, sehingga bisa bersembunyi di Kedutaan Ekuador yang berada di London.

Dalam beberapa hari ini, Majelis Nasional terlibat perdebatan soal reformasi KUHP soal aborsi yang tidak didukung Correa. ”Mengapa kita harus melakukan dekriminalisasi aborsi? Sebaliknya, konstitusi kita berjanji untuk mempertahankan hidup dari saat pembuahan,” kata Correa. Aborsi benar-benar dilarang di sebagian besar negara-negara Amerika Latin.
(mas)
Berita Terkait
Letusan Gunung di Ekuador...
Letusan Gunung di Ekuador Akibatkan Sejumlah Kota Diselimuti Debu
7 Negara Dilarang Tampil...
7 Negara Dilarang Tampil di Piala Dunia: Ekuador Terancam gara-gara Paspor
Ditodong Pistol, Reporter...
Ditodong Pistol, Reporter dan Kameraman TV Dirampok Saat Siaran
Politisi Ekuador Ditembak...
Politisi Ekuador Ditembak Mati, Seminggu Setelah Pembunuhan Capres
Mencurigakan, Armada...
Mencurigakan, Armada Kapal-kapal China Matikan Pelacak Dekat Galapagos
Jadwal Ekuador vs Senegal:...
Jadwal Ekuador vs Senegal: Laga Hidup Mati ke Babak 16 Besar
Berita Terkini
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
27 menit yang lalu
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
56 menit yang lalu
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
56 menit yang lalu
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
1 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
1 jam yang lalu
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved