Diterjang topan, 5 tewas & 2 juta warga Filipina hidup tanpa listrik
Sabtu, 12 Oktober 2013 - 12:13 WIB
Diterjang topan, 5 tewas & 2 juta warga Filipina hidup tanpa listrik
A
A
A
Sindonews.com - Topan Nari menerjang Filipina utara Sabtu (12/10/2013) pagi. Lima orang tewas, dan lebih dari dua juta orang terpaksa hidup tanpa listrik.
Topan Nari menghantam pantai timur negara itu sejak semalam. Beberapa pohon dan banyak atap rumah di pulau Luzon, berterbangan akibat terjangan topan itu.
”Salah satu korban tewas adalah seorang perwira polisi yang tengah bertugas. Dia terkubur tanah longsor,” kata juru bicara Dewan Manajemen penanggulangan Bencana Nasional Filipina, Rey Balido dalam konferensi pers di Manila.
Empat korban tewas lainnya, tiga di antarnya akibat tertimpa pohon tumbang, dan satu lagi akibat tersengat listrik. Kerusakan akibat topan itu merata hampir di 37 kota di wilayah Luzon. Pemulihan jalan dan listrik diperkirakan butuh waktu dua hari.
Balido menambahkan, empat orang dinyatakan hilang, termasuk seorang nelayan di pantai timur negara itu, saat dia tertidur di perahu, ketika topan menerjang. ”Gelombang besar menyeret perahu ke laut ,” katanya.
Menurutnya, sekitar 3 ribu orang dievakusi ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah, sampai topan mereda. Sedangkan 17 desa di Bulacan, sebuah provinsi yang terletak di sebelah Manila direndam banjir dengan ketinggian air rata-rata 1,2 meter.
Setelah menyapu Filipina, AFP melaporkan, topan Nari bergerak ke arah Laut China Selatan dengan kecepatan angin mencapai 120 km per jam.
Topan Nari menghantam pantai timur negara itu sejak semalam. Beberapa pohon dan banyak atap rumah di pulau Luzon, berterbangan akibat terjangan topan itu.
”Salah satu korban tewas adalah seorang perwira polisi yang tengah bertugas. Dia terkubur tanah longsor,” kata juru bicara Dewan Manajemen penanggulangan Bencana Nasional Filipina, Rey Balido dalam konferensi pers di Manila.
Empat korban tewas lainnya, tiga di antarnya akibat tertimpa pohon tumbang, dan satu lagi akibat tersengat listrik. Kerusakan akibat topan itu merata hampir di 37 kota di wilayah Luzon. Pemulihan jalan dan listrik diperkirakan butuh waktu dua hari.
Balido menambahkan, empat orang dinyatakan hilang, termasuk seorang nelayan di pantai timur negara itu, saat dia tertidur di perahu, ketika topan menerjang. ”Gelombang besar menyeret perahu ke laut ,” katanya.
Menurutnya, sekitar 3 ribu orang dievakusi ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah, sampai topan mereda. Sedangkan 17 desa di Bulacan, sebuah provinsi yang terletak di sebelah Manila direndam banjir dengan ketinggian air rata-rata 1,2 meter.
Setelah menyapu Filipina, AFP melaporkan, topan Nari bergerak ke arah Laut China Selatan dengan kecepatan angin mencapai 120 km per jam.
(mas)