Menlu AS lakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 23:54 WIB
Menlu AS lakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, melakukan kunjungan mendadak ke ibu kota Afghanistan, Kabul, Jumat (11/10/2013). Seperti dilaporkan stasiun televisi lokal, Tolo, Selama berada di Kabul, Kerry akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.
Menurut laporan itu, pertemun ini dilakukan untuk membahas situasi di Afghanistan, dengan referensi khusus untuk memungkinkan persetujuan pakta keamanan antara kedua negara. Para pejabat Afghanistan sendiri belum membuat komentar pada kunjungan Kerry ini.
Kunjungan ini dilakukan Kerry di tengah negosiasi bermasalah dengan Afghanistan soal penempatan pasukan AS di negara itu setelah penarikan mundur pasukan NATO pada 2014 mendatang. Pekan ini, Karzai mengatakan, bahwa ia siap untuk meninggalkan pembicaraan Perjanjian Keamanan Bilateral (BSA), jika Afghanistan tidak senang dengan kondisi tersebut.
AS sendiri telah berulang kali mendorong pakta yang akan ditandatangani pada akhir bulan ini, sehingga koalisi militer NATO pimpinan AS dapat menjadwalkan penarikan pasukan tempur berkekuatan 87.000 personel pada Desember 2014.
Karzai mengatakan ia menolak untuk segera menandatangani kesepakatan dan ia akan meminta persetujuan dari Majelis Tradisional yang akan diselenggarakan dalam waktu sekitar satu bulan ini. "Jika tidak sesuai dengan kita dan jika tidak sesuai dengan mereka, maka secara alami kita akan berpisah," kata Karzai dalam wawancara dengan BBC di Kabul pada 7 Oktober lalu.
Menurut laporan itu, pertemun ini dilakukan untuk membahas situasi di Afghanistan, dengan referensi khusus untuk memungkinkan persetujuan pakta keamanan antara kedua negara. Para pejabat Afghanistan sendiri belum membuat komentar pada kunjungan Kerry ini.
Kunjungan ini dilakukan Kerry di tengah negosiasi bermasalah dengan Afghanistan soal penempatan pasukan AS di negara itu setelah penarikan mundur pasukan NATO pada 2014 mendatang. Pekan ini, Karzai mengatakan, bahwa ia siap untuk meninggalkan pembicaraan Perjanjian Keamanan Bilateral (BSA), jika Afghanistan tidak senang dengan kondisi tersebut.
AS sendiri telah berulang kali mendorong pakta yang akan ditandatangani pada akhir bulan ini, sehingga koalisi militer NATO pimpinan AS dapat menjadwalkan penarikan pasukan tempur berkekuatan 87.000 personel pada Desember 2014.
Karzai mengatakan ia menolak untuk segera menandatangani kesepakatan dan ia akan meminta persetujuan dari Majelis Tradisional yang akan diselenggarakan dalam waktu sekitar satu bulan ini. "Jika tidak sesuai dengan kita dan jika tidak sesuai dengan mereka, maka secara alami kita akan berpisah," kata Karzai dalam wawancara dengan BBC di Kabul pada 7 Oktober lalu.
(esn)