8 orang tewas akibat ledakan bom di Irak
Rabu, 09 Oktober 2013 - 19:03 WIB
8 orang tewas akibat ledakan bom di Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom yang ditanam di pinggir jalan meledak, setelah sebuah bus yang mengangkut petani melintas di jalan utama dekat Kota Hafriyah, sekitar 50 km sebelah tenggara dari Ibu Kota Irak, Baghdad, Rabu (9/10/2013).
"Ledakan bom tersebut menewaskan delapan petani dan melukai enam orang lainnya," ungkap polisi lokal setempat kepada Xinhua dalam kondisi anonimitas.
Aksi kekerasan penembakan oleh sejumlah militan juga berlangsung di dua lokasi berbeda. Sumber Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan kepada Xinhua, sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah bengkel mobil dan menembak mati pemilik bengkel tersebut.
Serangan lainnya terjadi di pos pemeriksaan di Kota Baiji, sekitar 200 km dari Ibu Kota Baghdad. Polisi lokal setempat mengatakan, sekelompok pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan polisi di Kota Baiji. "Serangan itu menewaskan seorang polisi dan melukai tiga polisi lainnya," ungkap polisi tersebut.
Sementara itu, sekelompok pria bersenjata juga dilaporkan telah menculik tiga warga sipil dari sebuah desa di Kota Shirqat, sekitar 280 km dari utara Ibu Kota Baghdad.
Irak mengalami aksi kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu akan kembali meluncur ke dalam konflik sektarian, seperti yang pernah terjadi pada 2007 silam. Kala itu, korban tewas per bulan bisa menyentuh angka 3.000 jiwa.
Misi Bantuan PBB untuk Irak mengatakan, pada awal bulan September hampir 6.000 warga sipil tewas dan 14 ribu lainnya terluka dalam aksi kekerasan di Irak, sejak Januari hingga September tahun ini.
"Ledakan bom tersebut menewaskan delapan petani dan melukai enam orang lainnya," ungkap polisi lokal setempat kepada Xinhua dalam kondisi anonimitas.
Aksi kekerasan penembakan oleh sejumlah militan juga berlangsung di dua lokasi berbeda. Sumber Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan kepada Xinhua, sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah bengkel mobil dan menembak mati pemilik bengkel tersebut.
Serangan lainnya terjadi di pos pemeriksaan di Kota Baiji, sekitar 200 km dari Ibu Kota Baghdad. Polisi lokal setempat mengatakan, sekelompok pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan polisi di Kota Baiji. "Serangan itu menewaskan seorang polisi dan melukai tiga polisi lainnya," ungkap polisi tersebut.
Sementara itu, sekelompok pria bersenjata juga dilaporkan telah menculik tiga warga sipil dari sebuah desa di Kota Shirqat, sekitar 280 km dari utara Ibu Kota Baghdad.
Irak mengalami aksi kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu akan kembali meluncur ke dalam konflik sektarian, seperti yang pernah terjadi pada 2007 silam. Kala itu, korban tewas per bulan bisa menyentuh angka 3.000 jiwa.
Misi Bantuan PBB untuk Irak mengatakan, pada awal bulan September hampir 6.000 warga sipil tewas dan 14 ribu lainnya terluka dalam aksi kekerasan di Irak, sejak Januari hingga September tahun ini.
(esn)