AS senang senjata kimia Suriah mulai dimusnahkan
Senin, 07 Oktober 2013 - 11:31 WIB
AS senang senjata kimia Suriah mulai dimusnahkan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat menyambut baik penghancuran senjata kimia Suriah yang sudah mulai dijalankan. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengapresiasi kerjasama Rusia dan kepatuhan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam penghancuran senjata kimia.
Hal itu disampaikan Kerry, di sela-sela penyelenggaraan KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Senin (7/10/2013).
”Saya pikir, itu sangat penting bahwa kemarin, dalam waktu seminggu dari resolusi (PBB) disahkan, beberapa senjata kimia mulai dihancurkan,” kata Kerry, seperti dikutip BBC. ”Saya pikir itu adalah kredit kepada rezim Assad. Ini adalah awal yang baik dan kami menyambut awal yang baik ini.”
Para ahli menghancurkan hulu ledak rudal, bom udara dan peralatan senjata kimia, sejak kemarin (6/10/2013). AS menuding senjata kimia Suriah telah digunakan rezim Assad dalam perang sipil. Pihak Assad telah membantah tuduhan itu, dan menuding balik pihak pemberontak yang menggunakannya.
Operasi penghancuran senjata kimia itu dilakukan petugas Suriah di bawah pengawasan ahli pelucutan senjata kimia internasional. Rusia dicurigai memiliki sekitar 1.000 ton senjata kimia dalam bentuk gas sarin, mustard dan bahan kimia lain yang dilarang digunakan dalam perang.
Seorang pejabat Organisasi Anti-Senjata Kimia (OPCW) untuk PBB mengkonfirmasi, bahwa pemusnahan senjata kimia Suriah sudah dimulai sejak kemarin. ”Hari pertama, penghancuran dan pelumpuhan selesai. Penghancuran rudal hulu ledak, bom udara, terus dikerjakan terus hingga besok dan beberapa hari ke depan,” kata pejabat itu yang menolak disebut identitasnya.
Berdasarkan ketentuan dari kesepakatan AS danRusia, senjata kimia Suriah harus dihapuskan maksimal pada pertengahan 2014. Rusia telah mendorong pelucutan senjata kimia melalui forum PBB sebagai solusi atas ancaman agresi militer AS terhadap sekutunya itu.
Hal itu disampaikan Kerry, di sela-sela penyelenggaraan KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Senin (7/10/2013).
”Saya pikir, itu sangat penting bahwa kemarin, dalam waktu seminggu dari resolusi (PBB) disahkan, beberapa senjata kimia mulai dihancurkan,” kata Kerry, seperti dikutip BBC. ”Saya pikir itu adalah kredit kepada rezim Assad. Ini adalah awal yang baik dan kami menyambut awal yang baik ini.”
Para ahli menghancurkan hulu ledak rudal, bom udara dan peralatan senjata kimia, sejak kemarin (6/10/2013). AS menuding senjata kimia Suriah telah digunakan rezim Assad dalam perang sipil. Pihak Assad telah membantah tuduhan itu, dan menuding balik pihak pemberontak yang menggunakannya.
Operasi penghancuran senjata kimia itu dilakukan petugas Suriah di bawah pengawasan ahli pelucutan senjata kimia internasional. Rusia dicurigai memiliki sekitar 1.000 ton senjata kimia dalam bentuk gas sarin, mustard dan bahan kimia lain yang dilarang digunakan dalam perang.
Seorang pejabat Organisasi Anti-Senjata Kimia (OPCW) untuk PBB mengkonfirmasi, bahwa pemusnahan senjata kimia Suriah sudah dimulai sejak kemarin. ”Hari pertama, penghancuran dan pelumpuhan selesai. Penghancuran rudal hulu ledak, bom udara, terus dikerjakan terus hingga besok dan beberapa hari ke depan,” kata pejabat itu yang menolak disebut identitasnya.
Berdasarkan ketentuan dari kesepakatan AS danRusia, senjata kimia Suriah harus dihapuskan maksimal pada pertengahan 2014. Rusia telah mendorong pelucutan senjata kimia melalui forum PBB sebagai solusi atas ancaman agresi militer AS terhadap sekutunya itu.
(mas)