Assad akui berbuat salah di Suriah

Minggu, 06 Oktober 2013 - 06:00 WIB
Assad akui berbuat salah...
Assad akui berbuat salah di Suriah
A A A
Sindonews.com – Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengakui setiap orang di Suriah, termasuk dirinya berbuat kesalahan sehingga membuat negaranya kacau. Tapi, dia berkomitmen tetap berdiri di tanah airnya untuk memerangi terorisme yang mengacaukan negaranya.

Pengakuan salah Assad itu, dia sampaikan dalam wawancara dengan majalah Der Spiegel, yang dilansir Reuters, Sabtu (5/10/2013). Menurutnya, pemerintahnya mungkin telah membuat kesalahan mengambil keputusan awal yang memicu kekacauan di Suriah.


”Setiap dari kita membuat kesalahan pribadi. Kita semua membuat kesalahan. Seorang presiden juga membuat kesalaha ,” kata Assad. ”Namun, jika ada kesalahan dalam pelaksanaannya, keputusan yang mendasar bagi kami benar (dalam memerangi terorisme),” katanya lagi.

Assad berujar, krisis Suriah telah dirancang oleh pasukan asing, khususnya para militan al-Qaeda. Kondisi itu, lanjut Assad, diperparah dengan sokongan finansial dari Arab Saudi dan Qatar untuk pemberontak bersenjata, serta bantuan logistik dari Turki yang memperpanjang konflik.

”Kami ada di sini melawan militan al-Qaeda yang datang dari 80-an negara,” ujarnya. ”Ada puluhan ribu militan dan kita meghadapinya.”

Assad melanjutkan, dia tidak akan pernah bersedia bernegosiasi dengan oposisi bersenjata. Jika ingin bernegosiasi, katanya, oposisi harus meletakkan senjata mereka. ”Dalam pandangan saya, oposisi politik tidak membawa senjata . Jika seseorang meletakkan senjata dan ingin kembali ke kehidupan sehari-hari, maka kita bisa mendiskusikannya,” katanya.

Krisis di Suriah bermula dari demonstrasi damai pada 2011. Demonstran menuntut diakhirinya dinasti keluarga Assad yang terlalu lama berkuasa di Suriah. Namun, Pemerintah Assad menolak tuntutan mereka. Sejak itu, demonstrasi damai berubah menjadi perang sipil bersenjata.

Perang sipil itu diperparah dengan masuknya para militan yang mengobarkan perang sektarian antara kaum Sunni, dengan kaum Syiah yang pro-Assad. Data PBB, sudah lebih dari 100 ribu orang terbunuh dalam perang sipil di Suriah.

Belakangan, kubu pemberontak terpecah dan saling memerangi. Oposisi menuding, militan bersenjata telah “mencuri” revolusi yang mereka ciptakan. Sebaliknya, kelompok militan bersenjata, seperti al-Nusra, tidak mengakui oposisi Suriah, dengan alasan mereka didukung asing.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
1 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
2 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
3 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
5 jam yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved